Categories
amien rais dipanggil polisi Jokowi Nasional PAN

PAN: Presiden Jokowi Memenuhi Syarat Dimakzulkan, Ini Pelanggarannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Widodo (Jokowi) bisa diimpeach atau dicopot dari jabatannya sebagai presiden. Pasal pemakzulan yang dapat didakwakan kepada Jokowi adalah defisit anggaran.
“Defisit anggaran sudah lebih 3 persen. Presiden harus diimpeach!” kata politisi senior Djoko Edhi Abdurrahman dilansir RMOL, Selasa (16/10/2018).
Djoko Edhie merujuk UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pasal 12 Ayat 3 dalam UU tersebut tegas dinyatakan bahwa defisit anggaran dibatasi maksimal 3 persen.
“Itu hukum besi fiskal kita. Presiden memenuhi syarat untuk diimpeach,” katanya.
Mantan anggota Komisi 3 DPR ini bercerita dulu kebijakan tax amnesty diambil dalam rangka mengurangi defisit anggaran. Kebijakan ini dibuat karena mestinya untuk menutup defisit harus mencari utang Rp 600 triliun.
“DPR bicara dong. Dulu DPR bicara juga soal tax amenesti. Defisit sudah lebih 3 persen dari sebulan lalu, sudah lama. Ya kalau nggak, Mukidi harus tahu diri. Harus mundur!” tukas Djoko Edhie.
(jto/rmol/pojoksatu)

Categories
Amien Rais amien rais dipanggil polisi massa kawal amien rais Nasional pemeriksaan amien rais

Fahri Hamzah Minta Polisi Hentikan Pemeriksaan Amien Rais

POJOKSATU.id, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta polisi menghentikan pemeriksaan terhadap Amien Rais dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat asal NTB ini menilai kasus ini murni permasalahan pribadi Ratna Sarumpaet.
“Sudahlah Polri enough its enough, stop lah kasus ini. Urusan pribadi Ratna Sarumpaet enggak usah dibawa kemana-mana. Tolong lah Polri hentikan ini ya,” kata Fahri di Gedumg DPR RI, Jakarta, Rabu (10/10).
Fahri menyarankan polisi dan para penegak hukum lainya untuk menjaga sikap untuk menenangkan tensi politik jelang Pilpres dan Pileg 2019.
Jika terus lanjutkan, akan banyak serangan balik yang dilontarkan pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Polri.
“Itulah sebabnya muncul serangan kepada pimpinan Polri,” katanya.
Menurut perkiraan Fahri Hamzah, karena Polri telah dianggap menjadi bagian dari pertarungan itu (Pilpres 2019), sehingga ada muncul serangan kepada pimpinan Polri belakangan ini.
“Nah ini yang harus dihindari dari awal, sebab itu merugikan dan enggak ada untungnya bagi polisi melayani orang-orang,” pungkasnya.
Fahri menjelaskan kasus Ratna Sarumpaet tak perlu dikembangkan lebih luas lagi. Dia bilang, Ratna Sarumpaet selaku pelaku utama telah mengakui persoalan ini merupakan masalah pribadi.
 
(aim/jpc/ral/pojoksatu)

Categories
amien rais dipanggil polisi amien rais tidak takut hoaks ratna sarumpaet Nasional pemuda muhammadiyah

“Gak Perlu Gitu Gitu Amat, Amien Rais Fokus Saja ke Polisi”

POJOKSATU.id, JAKARTA- Salah seorang tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Lukman Edy, menyarankan Amien Rais fokus saja memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait hoaks Ratna Sarumpaet.
Wakil Direktur Bidang Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini meminta Amien Rais fokus menjalani pemeriksaan di kepolisian terkait dugaan penyebaran hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet ketimbang membongkar kasus korupsi.
Lukman mengatakan bahwa tak ada hubungan antara menjalani pemeriksaan dengan membongkar skandal kasus korupsi.
“Ya enggak perlu gitu-gitu amat. Fokus aja di kasus ini, enggak ada hubungannya juga dihubung-hubungkan dengan kasus lain,” kata Lukman saat ditemui wartawan di Jakarta, Senin (8/10).
Lukman melontarkan pernyataan ini untuk menanggapi klaim Amien Rais yang mengatakan bakal membuka fakta mengejutkan dan menarik perhatian khalayak usai diperiksa kepolisian terkait kasus Ratna.
“Dalam rangka memperkaya kepolisian untuk menyusun semua catatan dalam kasus ini dari sisi hukum, jadi kedatangan Pak Amien Rais akan berbicara apa adanya akan membantu proses hukum ini,” katanya.
Dia juga mengapresiasi langkah mantan ketua MPR itu yang akan didampingi 300 advokat pada pemanggilannya oleh kepolisian terkait kasus Ratna Sarumpaet.
Ia menilai dalam menghadapi kasus hukum, lebih tepat didampingi para advokat ketimbang politikus.
“Jadi harus didampingi penasihat hukum karena kan ini prosesnya masuk wilayah hukum, enggak bener kalau pak Amien Rais didampingi politikus,” katanya seraya mengingatkan Amien Rais agar fokus saja dalam panggilan polisi ini.

(ral/int/pojoksatu)

Categories
amien rais dipanggil polisi amien rais tidak takut hoaks ratna sarumpaet kokam muhammadiyah Nasional

Amien Rais Diminta KPK Fokus ke Panggilan Polda

POJOKSATU.id, JAKARTA- Amien Rais diminta fokus menghadapi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet. KPK mengaku agak bingung jika peristiwa itu dikaitkan dengan mereka.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (9/10) mengingatkan kepada Amien Rais untuk fokus dengan panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Amien Rais bakal diperiksa sebagai saksi, Rabu (10/10).
“Agak membingungkan ketika peristiwa tersebut dikait-kaitkan dengan KPK. Kami sarankan, saksi fokus saja pada pokok perkara yang sedang ditangani Polri tersebut,” ujarnya.
Febri meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan proses hukum yang dilakukan komisi anti rasuah itu ke ranah politik. Febri mengatakan, KPK tidak akan terpengaruh dan akan tetap menjaga indepedensinya dari politik.
KPK juga mempersilakan mantan Ketua MPR Amien Rais untuk menyerahkan bukti soal kasus dugaan korupsi yang mengendap lama seperti yang disampaikannya ke media massa. Laporan Amien Rais itu nantinya bakal ditelaah terlebih dahulu.
“Jika ada bukti yang diklaim valid tentang dugaan tindak pidana korupsi, silakan disampaikan ke KPK. Kami akan lakukan telaah terlebih dahulu,” katanya.
Amien Rais memastikan akan memenuhi panggilan polisi terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Rabu (10/10). Kedatangan ini menepis dugaan Amien Rais takut dalam masalah ini.
“Saya akan datang di Polda ya. Setelah itu, saya akan membuat fakta yang Insyaallah akan menarik perhatian ya,” kata Amien Rais di Posko Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018).
Amien, yang juga pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan fakta menarik yang dimaksud. Fakta tersebut, kata Amien, terkait penegakan hukum dan korupsi di Indonesia.
“Tentang penegakan hukum dan korupsi yang sudah mengendap lama di KPK akan saya buka pelan-pelan,” kata mantan Ketua MPR itu.
 
(ral/int/pojoksatu)