Categories
AM Hendropriyono Habib Rizieq Nasional

Hendropriyono Bilang WNI Keturunan Arab Jangan Jadi Provokator, Pengacara Habib Rizieq: Bikin Panas!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Arab harus mampu memberikan contoh yang baik pada masyarakat.
Pesan itu sebagaimana disampaikan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono kepada wartawan di Kantor Lemhannas, Jakarta, Senin (6/5).
Sebagai kelompok elite yang dihormati dan berpengaruh, kata Hendro, WNI keturunan Arab tidak boleh menjadi provokator. Sebaliknya, harus bisa memberikan pendidikan yang baik bagi masyarakat.
“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab supaya sebagai elite yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator,” ujarnya.
Namun demikian, Hendro enggan merinci siapa WNI keturunan Arab yang dimaksudnya. Dia mengaku enggan menuduh orang perorangan dan sebatas mengeluarkan imbauan kepada kelompok orang yang dihormati banyak rakyat.
“Artinya di sini masyarakat keturunan Arab WNI tahu lah posisinya yang dimuliakan oleh masyarakat, maka dalam posisi yang mengayomi masyarakat, jangan memprovokasi,” jelasnya.
Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro menilai pernyataan Hendro berlebihan dan tendensius. Pernyataan itu, sambungnya, bisa berdampak pada suhu politik di masyarakat yang sudah memanas selama proses rekapitulasi suara pemilu.
“Pernyataan tersebut tidak seharusnya diucapkan di publik. Menurut saya, pernyataan ini justru ikut memanaskan situasi (politik sekarang),” tegasnya saat dihubungi terpisah.
(wid/rmol/pojoksatu)

Categories
AM Hendropriyono Fadli Zon Nasional

Fadli Zon: Pertarungan Saat Ini Nasionalis Relijius Vs Antek Asing Penjual Bangsa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Suhu politik menjelang Pemilu 17 April 2019 semakin memanas. Perang opini antara kubu calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin dan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, semakin massif.
Sebelumnya mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono dari kubu 01 membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut Pemilu 2019 adalah perang ideologi Pancasila dan ideologi Khilafah.
Kali ini giliran Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, membuat pernyataan yang tak kalah menohok.
Fadli Zon menyebut Pemilu 2019 adalah perang antara nasionalis relijius vs antek asing penjual bangsa.
“Pertarungan sekarang ini: Nasionalis Relijius sejati penjaga NKRI, membawa kebangkitan kedaulatan rakyat menuju masyakarat adil makmur VS Komprador antek asing penjual bangsa yg membawa kebangkrutan, penjajahan baru, fasilitator maraknya tenaga kerja asing,” cuit Fadli Zon di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, Rabu (3/4/2019).
Meski tak menyebut secara eksplisit, namun kelompok nasionalis relijius sejati diduga mewakili kubu 02. Sebab, Fadli Zon menyisipkan kata ‘adil makmur’ yang merupakan slogan capres 02, Prabowo-Sandi.
Sedangkan kelompok komprador antek asing penjual bangsa diduga ditujukan pada kubu 01.

Sebelumnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu pernah dilaksanakan di Indonesia.
Menurut Hendropriyono, pertarungan Pemilu 2019 sekarang ini adalah dua ideologi berbeda.
“Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya. Orang yang berhadapan bukan hanya kubu, kubu dari Pak Jokowi dan kubu dari Pak Prabowo, bukan. Tapi ideologi,” kata Hendropriyono di Gedung Pertemuan Kesatrian Soekarno Hatta, BIN, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (28/3).
Hendropriyono mengatakan, yang bertarung pada Pemilu kali ini adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah.
“Bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana. Rakyat harus jelas mengerti. Bahwa dia harus memilih yang bisa membikin dia selamat,” ujar Hendropriyono.
(one/pojoksatu)