Categories
aliansi jurnalis independen Nasional protes remisi

Jurnalis Tolak Keputusan Presiden Remisi untuk Otak Pelaku Pembunuhan Wartawan Radar Bali

POJOKSATU.id, SURABAYA- Sejumlah jurnalis anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya menggelar aksi terkait pemberian remisi oleh Kemenkum HAM untuk I Nyoman Susrama, terpidana seumur hidup atas kasus pembunuhan terhadap jurnalis Jawa Pos Radar Bali, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa.
Aksi digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (25/1). Dalam aksinya mereka mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut keputusan pemberian remisi untuk Susrama yang merupakan otak sekaligus pelaku pembunuhan.
Aksi serupa juga digelar puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Kota Gresik (SJKB). Mereka menggelar unjukrasa di depan Kantor Pemkab Gresik. Aksi itu sebagai bentuk protes atas kebijakan Presiden Jokowi memberi remisi kepada Susrama.
Massa jurnalis datang dari berbagai latar belakang organisasi kewartawanan. Baik KWG, PWI, AJI, dan IJTI. Aksi ini juga didukang sejumlah aktivis mahasiswa. Aksi para jurnalis ini diisi orasi di depan Kantor Bupati Gresik. Sambil berorasi para jurnalis ini membentangkan poster bertuliskan tuntutan mencabut remisi terhadap Susrama.
Koordinator aksi Umar Wirahadi mengatakan, pemberian keringanan hukuman ini sebagai langkah mundur terhadap penegakan kemerdekaan pers di Indonesia.
Selain itu keputusan tersebut dianggap mengingkari proses pengungkapan kasus pembunuhan wartawan Jawa Pos Radar Bali yang saat itu menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia.
“Atas dasar itu, kami dari Solidaritas Jurnalis Kota Gresik mengajak kawan-kawan jurnalis, dan masyarakat luas untuk menggelar aksi ini,” tegas Umar.
Tidak hanya itu, SJKB juga membuat tuntutan agar pemerintah segera mencabut Kepres 29/2018 serta melindungi kebebasan pers. Sebelum bubar, aksi ditutup dengan penampilan teatrikal kekerasan terhadap wartawan serta pengumpulan kartu pers.
“Kami mengecam pemerintah yang telah memberi remisi kepada terpidana seumur hidup pembunuh wartawan, Nyoman Susrama. Kepres tersebut dinilai sangat mencederai keadikan dan bakal menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers terutama kenyamanan bagi para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” pungkasnya.
Seperti diketahui Presiden Joko Widodo telah menerbitkan keputusan yang memberikan perubahan hukuman pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara 20 tahun kepada I Nyoman Susrama.
(jpr/pojoksatu)