Categories
Ali Ngabalin Nasional pesawat lion air jatuh

Ali Ngabalin Terlihat Lindungi Lion Air dari Kesalahan, Pernyataannya Menyepelekan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin tentang jatuhnya Lion Air JT-610 menuai kritik.
Ngabalin mengatakan, jatuhnya pesawat milik perusahaan yang didirikan oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rusdi Kirana itu karena kuasa Tuhan.
Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto menduga pernyataan Ngabalin hanya untuk melindungi kesalahan Lion Air dalam peristiwa yang menyebabkan 189 penumpang tewas itu.
Padahal, pada empat pesawat Lion Air yang jatuh sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah menegaskan bahwa pesawat itu jatuh karena kecelakaan.
“Iya pastinya melindungi Lion Air,” tegasnya dilansir Rmol, Senin (5/11/2018).
Aktivis mahasiswa tahun 1997/ 98 ini mengakui, semua kejadian memang karena kuasa Tuhan. Namun hal itu bukan alasan.
“Kita manusia bisa meminimalisir,” ucapnya.
Namun demikian, lanjutnya, terkadang manusia abai dengan nyawa sesama hanya karena ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Unsur keamanan dan keselamatan penerbangan pun bisa dikorbankan.
“Untuk itu setuju Lion Air mesti dihukum berat. Bila perlu dicabut izinnya,” pungkasnya.
(lov/rmol/pojoksatu)

Categories
Ali Ngabalin Jokowi Nasional

Ngabalin Diminta Pendapat 4 Tahun Jokowi: Sukses Itu Kalau Sudah 5 Tahun

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden hanya menyisakan 1 tahun terakhir. Beberapa pihak pun tak segan memberi pujian atas pekerjaan yang dilakukan oleh Jokowi.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi telah bekerja dengan baik selama 4 tahun pemerintahannya. Nawacitanya dianggap telah berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah ini kan semua program yang dicanangkan oleh Presiden berjalan baik,” ujar Ngabalin kepada JawaPos.com, Minggu (21/10).
Lebih lanjut, politikus Partai Golkarutu menilai adanya program pemerintah yang belum tuntas bukan karena ketidakmampuan Jokowi memimpin. Melainkan program tersebut relatif butuh waktu panjang untuk menyelesaikannya.
“4 tahun ini di sana-sini kalau di beberapa bidang ada yang membutuhkan waktu, insfrastruktur umpanya, memang tidak bisa hanya 4 tahun, butuh waktu agak panjang untuk menyelesaikan,” jelasnya.
Oleh karena itu, periode kedua bagi Jokowi sangat berarti untuk menyelesaikan segala pekerjaannya. Namun hal itu disebutkannya hanya masyarakat yang berhak memberikan penilaian itu.
“Iyah pasti publik yang memiliki kemampuan menilai itu (butuh periode kedua atau tidak). Artinya jika 4 tahun ini masyarakat merasakan ada yang lain dari keberhasilan pak Jokowi memimpin republik ini, ya itu karena konsentrasi beliau yang luar biasa,” imbuh Ngabalin.
Ngabalin menuturkan, keberhasilan Jokowi dalam memimpin Indonesia ditengarai karena dia tidak memnafaatkan kekuasaannya untuk kepentingan politik pribadi. Pekerjaannya selama ini murni untuk rakyat.
Meski demikian, Ngabalin menyebut ukuran kesuksesan Jokowi belum bisa diputuskan hari ini. Mengingat baru berjalan 4 tahun. Masih ada waktu 1 tahun kedepan untuk Jokowi menyempurnakan pekerjaannya.
“Sukses itu kan kalau 5 tahun, sekarang baru 4 tahun. Sukses itu diukur dari terwujudnya semua program-program pemerintah, tapi ini kan kita baru bicara di usia pemerintahan 4 tahun,” pungkasnya.
(sat/jpc/pojoksatu)