Categories
alat kelamin Nasional potong kelamin

Maskuri Masih Dirawat, Kelaminnya Belum Ditemukan

POJOKSATU.id, BREBES – Potongan kelamin Maskuri (36) hingga kini kini belum ditemukan. Selain alat kelamin, tiga jari tangan kiri pria asal Desa Siasem, Kecamatan Wanasari itu juga masih dalam pencarian.
“Katanya kan dikubur di pekarangan rumahnya. Tapi sampai saat ini belum kami temukan,” ujar Kasatreskrim Polres Brebes, AKP Arwansah saat dihubungi, Sabtu (24/11).
Arwansah menyebut, penyebab belum diketemukannya potongan kemaluan dan tiga jari tangan milik Maskuri, bisa saja sudah tidak berada di lokasi dikubur. Mengingat ada jeda waktu saat pelaporan dan pencarian
“Kejadian kan sebenarnya Rabu (21/11) sore. Tetapi baru dilaporkan Kamis (22/11) malam. Pencarian sendiri kami lakukan Jumat (23/11) kemarin,” jelas Arwansah.
Ia menjelaskan, pencarian bakal dilanjutkan saat kondisi Maskuri sudah membaik. Saat ini, ia masih dirawat di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes pasca mengalami pendarahan hebat usai kejadian.
“Dia masih istirahat, kita belum bisa tanyai lebih banyak. Keluarga juga masih menungguinya,” cetusnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bernama Maskuri nekad memotong alat kelamin dan tiga jari tangan kiri miliknya sendiri.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istrinya yang bersangkutan, yaitu Warkonah (32), di dalam kamar mandi rumah mereka.
Saat kejadian ini diketahui oleh Warkonah, tak ada erangan atau jeritan kesakitan sama sekali dari arah kamar mandi. Polisi pun menduga Maskuri mengalami gangguan kejiwaan.
Maskuri nekat memotong kelaminyya karena mendengar bisikan gaib. Hal itu sesuai keterangan yang disampaikan pihak keluarga Maskuri kepada polisi.
“Disampaikan bahwa dia (Maskuri) mengambil sebuah senjata tajam. Masuk ke kamar mandi terus memotong karena mendapat bisikan gaib,” kata Arwansah.
“Cuma kita kan nggak klenik, hanya saja info-info yang kita peroleh dari saksi-saksi seperti itu. Belum kita buat dalam bentuk berita acara,” tambahnya.
Kendati demikian, Arwansah mengaku, pihaknya masih akan mendalami keterangan tersebut setelah kondisi Maskuri mulai membaik.
“Untuk barang bukti dan lain-lain, kita kabari nanti. Karena walaupun kasus ini terjadi Rabu (21/11), kami kepolisian baru dapat laporannya Kamis (22/11) malam,” lanjutnya.
(gul/ce1/jpc/pojoksatu)