Categories
Aksi Mahasiswa Jokowi Nasional perppu kpk

Jokowi Kembali Diingatkan Mahasiswa: Perppu KPK Masih Tak Jelas, Kami Turun ke Jalan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menilai sikap Presiden Jokowi masih tidak jelas soal Perppu KPK.
Dalam hal ini mahasiswa UIN Jakarta terus mengawasi sikap pemerintah dalam menyambut desakan masyarakat soal pelemahan KPK.
Wakil Presiden Dema UIN Jakarta Riski Ari Wibowo mengatakan, mahasiswa masih mengawasi sikap Presiden Jokowi menyoal Perppu KPK. Pemerintah jangan terjebak pada uforia soal kabinet baru.
“Kami masih mengawasi sikap pemerintah dalam menyikapi desakan masyarakat soal Perppu tentang KPK. Presiden Jokowi jangan sampai terjebak pada uforia soal kabinet baru,” ucap Riski kepada redaksi, Jumat (25/10).
Riski menilai, sikap mahasiswa yang sampai saat ini mengawasi pemerintah untuk segera mengeluarkan Perppu tentang KPK adalah hal wajar. Pasalnya ia menyebutkan, banyak janji Presiden Jokowi yang belum teralisasi.
“Sikap mahasiswa adalah yang paling realistis hari ini, maka hal wajar bila mahasiswa mengawasi sikap Presiden Jokowi. Sebab, kita tidak ingin kecolongan lagi oleh janji manis pemerintah. Apalagi menyangkut Perppu tentang KPK,” sebut Riski.
Lanjut Riski, bila belum ada kejelasan soal sikap Presiden, pihaknya meminta jangan menyalahkan mahasiswa bila unjuk rasa jadi pilihan lagi.
“Kalau sikap Presiden Jokowi masih abu-abu seperti sekarang ini, ya jangan salahkan mahasiswa kalau turun ke jalan adalah pilihannya,” tutupnya.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa Jokowi Nasional panglima TNI

Mahasiswa Kesal Dituding Gagalkan Pelantikan Presiden: Pak Presiden, Evaluasi Panglima TNI!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa dan pelajar di depan gedung DPR/MPR beberapa pekan yang lalu tidak untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.
Hal ini diungkapkan pengurus BEM Universitas Islam Attahiriah, M Fahmin. Menurutnya, aksi turun ke jalan yang dilakukan teman-temannya tersebut ditujukan ke anggota DPR terkait RUU yang dianggap bermasalah.
Pernyataan Fahmin ini juga membantah tudingan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Di mana saat itu Hadi akan menindak siapapun yang ingin menggagalkan pelantikan presiden terpilih.
“Berkaitan dengan aksi kami para kawan-kawan mahasiswa kemarin, kami tujukan ke DPR yaitu untuk menyampaikan pendapat terkait revisi undang-undang yang kontroversial, bukan ingin menjatuhkan presiden dan wapres terpilih hasil pemilu,” kata Fahmin di Jakarta, Jumat (4/10).
Fahmin menegaskan, saat menggelar aksi di gedung DPR/MPR, rekan-rekannya sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kami mengikuti prosedur secara konstitusional dan tidak ada maksud menjatuhkan presiden terpilih,” imbuhnya.
Fahmin menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kinerja panglima.
“Untuk itu sebaiknya presiden perlu mempertimbangkan dan mengevaluasi kinerja Panglima yang cenderung menyudutkan kami para mahasiswa yang turun kejalan,” sesanya.
Senada dengan Fahmin, ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta Rian Hidayat menganggap pernyataan Hadi terlalu tendensius.
“Panglima terlalu tendensius dengan kami para mahasiswa. Apalagi beliau menyatakan masyarakat Indonesia belum cukup dewasa,” kata Rian.
Baginya, justru dengan aksi unjuk rasa di ruang terbuka itu menunjukkan bahwa Mahasiswa tengah menunjukkan kedewasaanya.
“Bahwa kami turun ke jalan menyampaikan aspirasi adalah bentuk kedewasaan kami untuk menyampaikan pendapat, itu diatur oleh Undang-Undang,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Rian pun memperingatkan agar Panglima TNI fokus saja dengan persoalan negeri seperti kasus Papua dan lainnya.
“Sebaiknya bapak panglima fokus mengurusi persoalan Papua yang sampai hari ini belum jelas juntrungannya,” tutupnya.
(sta/rmol/pojokasatu)

Categories
aksi demo Aksi Mahasiswa demo rusuh Nasional

Semanggi – Slipi Mencekam, Kapolres Jak Pus Ingatkan Massa untuk Berhenti Lempar Batu

POJOKSATU.id, JAKARTA- Upaya persuasif terus dilakukan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dalam meredam aksi rusuh yang dilakukan massa di dekat pintu masuk gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/9)
Harry Kurniawan menggunakan pengeras suara dan terus menyampaikan pesan persuasif agar demonstran menghentikan aksi lempar batu.
Sampai-sampai mantan Kapolres Tangerang Kota itu menyinggung pengorbanan orang tua para pengunjuk rasa yang telah membiayai sekolah.
“Adik-adik sudah, adik-adik mahasiswa, adik-adik pelajar sudah sudah. Ingat pengorbanan orang tua kalian. Kasihan orang tua kalian nanti kalau kalian ketangkap,” teriak Harry yang terdengar melalui speaker mobil pengeras suara.
Harry turut mengingatkan massa aksi untuk berhenti menyerang lantaran akan dikepung dari arah Semanggi atau dari belakang kumpulan massa. Mereka akan mengirim pasukan keamanan.
“Kalian sudah sudah setop, jangan salahkan kami kalau ketangkep, jangan salahkan kami kalau kalian terjebak, akan ada pasukan dari belakang kalian,” katanya.
Bentrokan masih terus terjadi di sekitaran Gedung DPR RI dari arah Semanggi. Polisi masih terus menembakkan gas air mata ke kumpulan massa aksi yang terus menyerang menggunakan batu dan benda lainnya.
Polisi terlihat masih bertahan di depan restauran Pulau Dua yang terletak didekat Gedung DPR RI. Massa aksi terus melemparkan petugas dengan batu bahkan dengan petasan.
Hingga berita ini diturunkan, bentrokan masih terus terjadi baik dari arah Semanggi maupun arah Slipi. Petugas keamanan pun terus silih berganti pasukan untuk memukul mundur massa aksi.
(dhe/pojoksatu/rmol)

Categories
Aksi Mahasiswa demo ricuh Nasional

Aparat Terus Dilempari Batu, Kapolres: Jangan Salahkan Kami Kalau Tertangkap

POJOKSATU.id, JAKARTA – Upaya persuasif terus dilakukan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan dalam meredam aksi rusuh yang dilakukan massa di dekat pintu masuk gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/9).
Harry Kurniawan menggunakan pengeras suara dan terus menyampaikan pesan persuasif agar demonstran menghentikan aksi lempar batu.
Sampai-sampai mantan Kapolres Tangerang Kota itu menyinggung pengorbanan orang tua para pengunjuk rasa yang telah membiayai sekolah.
“Adik-adik sudah, adik-adik mahasiswa, adik-adik pelajar sudah sudah. Ingat pengorbanan orang tua kalian. Kasihan orang tua kalian nanti kalau kalian ketangkap,” teriak Harry yang terdengar melalui speaker mobil pengeras suara.
Harry turut mengingatkan massa aksi untuk berhenti menyerang lantaran akan dikepung dari arah Semanggi atau dari belakang kumpulan massa. Mereka akan mengirim pasukan keamanan.
“Kalian sudah sudah setop, jangan salahkan kami kalau ketangkep, jangan salahkan kami kalau kalian terjebak, akan ada pasukan dari belakang kalian,” katanya.
Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, bentrokan masih terus terjadi di sekitaran Gedung DPR RI dari arah Semanggi. Polisi masih terus menembakkan gas air mata ke kumpulan massa aksi yang terus menyerang menggunakan batu dan benda lainnya.
Polisi terlihat masih bertahan di depan restauran Pulau Dua yang terletak didekat Gedung DPR RI. Massa aksi terus melemparkan petugas dengan batu bahkan dengan petasan.
Hingga berita ini diturunkan, bentrokan masih terus terjadi baik dari arah Semanggi maupun arah Slipi. Petugas keamanan pun terus silih berganti pasukan untuk memukul mundur massa aksi.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa demo mahasiswa demo ricuh Nasional

Ricuh, Demonstran Ditembak Gas Air Mata, Massa Terus Merangsek

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR ricuh. Polisi pun mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke tengah massa.
Demonstran berusaha masuk ke ruas Jalan Tol Dalam Kota jalur Semanggi arah Grogol, Senin (30/9/2019).
Dari pantauan di lapangan, pedemo yang berasal dari pelajar dan mahasiswa itu berusaha merangsek ke sekitar depan Gedung DPR.
Awalnya, massa melempar botol dan barang lainnya ke arah petugas kepolisian yang membuat barikade.
Kemudian pedemo meloncat pagar untuk masuk ke badan Jalan Tol Dalam Kota, tetapi petugas berusaha mengadang dengan melepaskan gas air mata.
Selain polisi, anggota TNI Angkatan Laut juga terlihat membantu pengamanan terhadap aksi pedemo itu.
Dilaporkan Jpnn.com di sekitar Gedung DPR, kerusuhan mulai pecah di belakang Gedung DPR dan juga bagian depan markas wakil rakyat itu.
(ant/jpnn/pojoksatu)

Categories
aksi demo Aksi Mahasiswa Nasional Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya Diserang, Polisi Perketat Pengamanan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Markas Polda Metro Jaya diserang anak-anak STM, Senin (30/9)  sore. Berdasar pantauan para pejalar ini melempari Mapolda Metro dengan batu.
Polisi kemudian bersiaga di pintu masuk Mapolda Metro yang ada di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, yang melibatkan anggota Sabhara Polda Metro dengan tameng,
Para pelajar ini diduga menyerang Mapolda Metro karena hendak dihadang polisi ke kawasan Gedung DPR/MPR.
Menolak diamankan, lantas mereka melawan. Namun hal ini tak berlangsung lama. Kejadian ini hanya berlangsung sekejap karena para pelajar langsung lari ke arah Gedung DPR/MPR.
Akibat kejadian ini warga yang hendak keluar dari Mapolda Metro sempat ketakutan karena takut terkena lemparan batu.
Jalan Tol Dalam Kota arah Pancoran menuju ke Tomang tepat di depan Mapolda Metro ditutup.
Kendaraan yang sampai sana diminta berputar balik. Namun, arah sebaliknya tidak demikian. Sementara itu, jalur arteri di depan Mapolda Metro juga sempat ditutup.
Nampak kendaraan yang hendak melintas sampai pukul 16.40 WIB tertahan di depan Plaza Mandiri.
Hal ini dilakukan agar pengendara tak kena imbas. Kemacetan cukup panjang juga tak terelakan buntut kejadian tersebut.
(dhe/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa ananda badudu Nasional Polda Metro Jaya

Polisi Beri Waktu Ananda Badudu Agar Klarifikasi, Kalau Tidak Ini Ancamannya

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya memberikan tenggang waktu kepada Ananda Badudu agar mengklarifikasi prihal pernyataanya yang menuding banyaknya mahasiswa yang diproses oleh pihak kepolisian tanpa pendampingan.
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pernyataan yang dilayangkan Ananda Badudu di depan awak media pada Jumat (27/9) itu telah menciderai institusi bayangkara.
“Kita akan kirim somasi segera klarifikasi. Kalau pernyataannya salah. Kalau sudah diklarifikasi proses hukum akan selesai. Kalau tidak kalarifikasi ini akan kita bawa ke ranah hukum,” AKP Rovan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9).
Menurut Rovan, apa yang disampaikan Ananda prihal tidak didampinginya para mahasiswa tidaklah benar. Bahkan Badudu diduga telah menyebar tuduhan hoax.
Pasalnya, dari pemeriksaan rekaman CCTV saat Ananda Badudu diperiksa penyidik. Hasil CCTV, ternyata Ananda tidak pernah bertemu dengan mahasiswa yang banyak.
“Begitu kejamnya apa yang dismpaikan Badudu itu. Kita tidak akan terima,” ungkapnya.
“Dari saksi- saksi mahasiswa yang sudah bertemu Ananda Badudu yaitu Nabil dan Fatih bahwa mereka diperlakukan baik dan ada pendampingannya,” tuturnya.
Diketahui, penangkapan Ananda terkait uang yang dihimpun Ananda melalui media sosial dan disalurkan untuk demonstrasi mahasiswa penentang RKUHP dan UU KPK hasil revisi di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9/2019).
Ananda Badudu diduga telah mentransfer uang kepada Nabil, mahasiswa yang saat itu berstatus tersangka karena melakukan pencurian alat komunikasi polisi dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di DPR/MPR.
Dari hasil pemeriksaan Nabil, polisi mendapati kalau mereka mendapat bantuan dana dari Ananda Badudu untuk melancarkan aksi demo beberapa hari lalu.
Namun saat ini Ananda Badudu telah dipulangkan. Ia hanya diperiksa sebagai saksi tentang aliran dana tersebut.
“Saya salah satu orang beruntung punya privilage untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan. Diproses dengan cara-cara tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya,” kata Ananda, Jumat (27/9).
(fir/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa ananda badudu Nasional

Ananda Badudu Diancam Polisi Lagi, Dituding Bikin Hoax, “Begitu Kejamnya Dia, Kita Tidak Terima”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya memberikan tenggang waktu kepada Ananda Badudu agar mengklarifikasi prihal pernyataanya yang menuding banyaknya mahasiswa yang diproses oleh pihak kepolisian tanpa pendampingan.
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pernyataan yang dilayangkan Ananda Badudu di depan awak media pada Jumat (27/9) itu telah menciderai institusi bayangkara.
“Kita akan kirim somasi segera klarifikasi. Kalau pernyataannya salah. Kalau sudah diklarifikasi proses hukum akan selesai. Kalau tidak kalarifikasi ini akan kita bawa ke ranah hukum,” AKP Rovan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (30/9).
Menurut Rovan, apa yang disampaikan Ananda prihal tidak didampinginya para mahasiswa tidaklah benar. Bahkan Badudu diduga telah menyebar tuduhan hoax.
Pasalnya, dari pemeriksaan rekaman CCTV saat Ananda Badudu diperiksa penyidik. Hasil CCTV, ternyata Ananda tidak pernah bertemu dengan mahasiswa yang banyak.
“Begitu kejamnya apa yang disampaikan Badudu itu. Kita tidak akan terima,” ungkapnya.
“Dari saksi- saksi mahasiswa yang sudah bertemu Ananda Badudu yaitu Nabil dan Fatih bahwa mereka diperlakukan baik dan ada pendampingannya,” tuturnya.
Diketahui, penangkapan Ananda terkait uang yang dihimpun Ananda melalui media sosial dan disalurkan untuk demonstrasi mahasiswa penentang RKUHP dan UU KPK hasil revisi di depan Gedung DPR/MPR, Selasa (24/9/2019).
Ananda Badudu diduga telah mentransfer uang kepada Nabil, mahasiswa yang saat itu berstatus tersangka karena melakukan pencurian alat komunikasi polisi dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di DPR/MPR.
Dari hasil pemeriksaan Nabil, polisi mendapati kalau mereka mendapat bantuan dana dari Ananda Badudu untuk melancarkan aksi demo beberapa hari lalu.
Namun saat ini Ananda Badudu telah dipulangkan. Ia hanya diperiksa sebagai saksi tentang aliran dana tersebut.
“Saya salah satu orang beruntung punya privilage untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan. Diproses dengan cara-cara tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya,” kata Ananda, Jumat (27/9).
(fir/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa Anak STM Buruh demo mahasiswa Nasional

Buruh, Pelajar, dan Mahasiswa Bersatu Kepung Gedung DPR, tapi…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ribuan massa aksi dari berbagai kalangan melakukan longmarch dari Semanggi menuju Gerbang utama Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin (30/9).
Berdasarkan pantauan sejak sekitar pukul 14.10 WIB, ribuan massa aksi telah tiba di dekat pertigaan Jalan Gatot Soebroto di bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta.
Terlihat masa gabungan dari Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) dan Serikat Petani berada di barisan paling depan.
Di belakangnya, terlihat ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Bahkan, terlihat pula ratusan pelajar dari berbagai sekolah dari Jabodetabek juga terlihat mengikuti aksi.
Salah satu mahasiswa Universitas Katolik Indonesia, Joshua mengatakan, saat ini telah tiba ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Diantaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Atmajaya, Universitas Budi Luhur, Universitas Al-Azhar Indonesia dan perguruan tinggi lainnya.
Ribuan massa aksi pun dihadang oleh aparat kepolisian dan Marinir. Ribuan massa dihadang tepat di bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda. Mereka dilarang mendekat ke Gerbang utama Gedung MPR/DPR RI.
Mereka kemudian melakukan orasi menggunakan tiga unit mobil komando di samping Jakarta Convention Center (JCC) karena dihadang tidak diperbolehkan mendekat Gedung DPR RI.

(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
Aksi Mahasiswa Anies Baswedan Gubernur DKI Nasional

Aksi Mahasiswa, Gubernur Anies Ingatkan Jangan Rusak Fasilitas Umum, Aparat Dinasehati Begini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aliansi mahasiswa dari berbagai universitas dan elemen masyarakat kembali menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta pada hari ini, Senin (30/9).
Kepada para mahasiswa yang berunjuk rasa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menitipkan pesan. Sebagai mantan aktivis kampus, Anies berpesan agar paa aktivis untuk bisa menyampaikan aspirasi dengan baik.
“Sampaikan aspirasi itu dengan damai, dengan adab yang baik, supaya aspirasi itu bisa didengar dengan baik pula,” ungkapnya saat ditemui di Balaikota, Jakarta.
Anies meminta kepada demonstran untuk menghindari segala bentuk pelanggaran. Mulai dari vandalisme sampai pengerusakan.
“Tunjukkan bahwa menyampaikan aspirasi itu bisa dilakukan dengan cara yang baik, ” kata Anies.
Begitu juga kepada aparat keamanan, mantan Mendikbud itu meminta agar menjaga kedamaian selama aksi berlangsung.
Seluruh aparat yang bertugas di lapangan harus mengikuti SOP penanganan dengan baik.
“Karena dengan mengikuti SOP dengan baik, maka apapun yang terjadi, sebagai petugas yang bekerja atas nama negara, dia menjalankan tugas dengan benar dan baik,” tandas Anies.
(sta/rmol/pojoksatu)