Categories
akar bajakah Nasional

Pemerintah Minta Masyarakat Ikut Terlibat Awasi Bajakah

POJOKSATU.id, KALTENG – Pemerintah bakal mengeluarkan surat edaran mengenai larangan pengiriman bajakah keluar daerah.
Meski begitu, pengawasan pengiriman dinilai bakal sulit. Sebab, bajakah masih berpotensi diselundupkan keluar daerah dengan berbagai cara.
Karena itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri mengatakan, keterlibatan semua pihak sangat diperlukan.
Kata dia, terutama di pintu masuk dan keluar daerah, seperti terminal, bandara, dan pelabuhan. Dengan upaya tersebut, langkah mengantisipasi pengiriman bajakah keluar daerah bisa lebih efektif.
“Bagaimana nanti keterlibatan semua pihak, tidak hanya bupati dan wali kota, tapi juga pihak dari terminal, Pelindo dalam hal ini pelabuhan, dan Angkasa Pura untuk bandara,” katanya sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group).
Fahrizal menuturkan, pemerintah memang menegaskan agar bajakah ini tidak boleh keluar daerah, kecuali untuk kepentingan riset.
Meski pengawasan bukan pekerjaan mudah, setidaknya dengan adanya instruksi pemerintah, proses di lapangan bisa lebih terarah.
Dibandingkan pengawasan pengiriman melalui jalur udara dan laut, lanjut dia, pengawasan jalur darat terbilang cukup sulit.
Hal itu disebabkan jalur keluar daerah di Kalteng terbilang cukup banyak, sehingga perlu pengawasan secara menyeluruh.
“Memang kendala kita itu ketika pengiriman melalui jalur darat. Untuk itu, selain dari sisi pengawasan, kami meminta kesadaran masyarakat sendiri, karena bajakah ini masih perlu penelitian lebih lanjut,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pemerintah melalui instansi terkait saat ini akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai maksud dan tujuan melarang pengiriman bajakah keluar daerah.
Langkah itu dilakukan agar tidak ada kesalahan persepsi dari masyarakat mengenai kebijakan tersebut.
Penemuan tersebut juga masih harus dilakukan penelitian lagi oleh lembaga terkait. Selain itu, larangan pengiriman ini juga sekaligus menghindari aksi eksploitasi besar-besaran dari pihak yang ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan keberadaan bajakah.
(jpc/pojoksatu)

Categories
akar bajakah Nasional obat kanker

Soal Akar Bajakah Obat Kanker, Ini Kata Menteri Nasir

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengapresiasi temuan akar bajakah obat kanker payudara oleh siswa SMAN 2 Palangka Raya, Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani.
Hal ini lantaran para pelajar itu sudah menemukan manfaat di balik akar bajakah untuk kesehatan. Akar bajakah diklaim bisa menjadi obat kanker payudara. Bahkan, akar bajakah disebut-sebut bisa mengobati tumor ganas.
Menanggapi hasil riset atau penelitian itu, Menteri Nasir mengagumi pencapaian ketiga siswa tersebut. Meski belum duduk di bangku kuliah, kata dia, namun temuan ketiga anak tersebut luar biasa.
“Langkah selanjutnya kami ingin apresiasi hasil yang dilakukan oleh anak Indonesia yang sudah diakui Indonesia itu,” jelasnya kepada wartawan di Gedung Kemenristek Dikti, Jakarta, Jumat (16/8).
BACA: Juara Dunia, Akar Bajakah Obat Kanker Diburu Ribuan Orang
Selanjutnya, kata Nasir, hasil penelitian tersebut akan difasilitasi ulang untuk dilakukan uji lebih lanjut kepada masyarakat. Salah satunya dengan mengujinya kembali bersama dengan pihak perguruan tinggi.
“Oh iya nanti Dirjen akan fasilitasi hal itu. Kalau memungkinkan akan riset masyarakat. Nah makanya tergantung di mana, kalau Palangka Raya apakah nanti akan dilakukan di Universitas di Palangka Raya atau gimana,” jelasnya.
Menteri Nasir juga memastikan akan memfasilitasi kemudahan hak paten atas temuan tersebut. Dia menegaskan inovasi tersebut akan segera diuji coba kepada masyarakat.
“Akan fasilitasi bagaimana cara berikan paten atas inovasi itu. Karena ini bukan perguruan tinggi dan mahasiswa. Maka selanjutnya di masyarakat akan kami masukan penelitian ini. Syukur nanti kalau jadi mahasiswa akan kami fasilitasi kembali,” katanya.
Akar bajakah dipercaya bisa menjadi obat pasien kanker payudara. Akar bajakah dalam bahasa Dayak Ngaju artinya ‘akar akaran’ dalam bahasa Maanyan disebut ‘wakai’ yaitu ratusan spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan hutan Kalimantan. Nama bajakah bukan spesies tapi nama sekelompok akar akaran.
Pemanfaatan bajakah untuk obat kanker sudah dilakukan oleh masyarakat Dayak Ngaju sejak ratusan silam dari indigenous knowledge mereka. Namun untuk membuktikan manfaatnya sebagai anti kanker ternyata masih harus menempuh perjalanan penelitian yang panjang.
(jpg/pojoksatu)