Categories
ahmad muzani Ketua MPR RI Megawati Soekarnoputri Nasional Prabowo Subianto

Catat, Begini Tawar Menawar Kursi Ketua MPR Antara Mega-Prabowo, Jatah Menteri Dapat Juga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dua kader utama Partai Gerindra akan diplot masing-masing menjadi ketua MPR dan menteri di kabinet Jokowi-Maruf.
Yaitu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani jadi ketua MPR dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo jadi menteri.
Analis politik dari lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio mengatakan, isu itu berkembang pasca Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu pada 24 Juli 2019.
Kesepakatan itu dikabarkan menjadi salah satu deal politik antara Megawati dan Prabowo.
Nah, sekarang Gerindra sedang berjuang merebut kursi ketua MPR seteleh Muzani ditunjuk menjadi pimpinan MPR dari Fraksi Gerindra.
Hingga saat ini, Muzani akan berhadap-hadapan dengan Bambang Soesatyo (Golkar) dan Fadel Muhammad (DPD) untuk memperebutkan MPR 1.
Hendri Satrio menjelaskan, jika nanti Muzani terpilih menjadi ketua MPR, dia yakin Edhy akan menjadi menteri di Kabinet Kerja jilid II, seperti halnya isu deal politik Megawati-Prabowo.
“Kalau enggak salah isunya dua itu, satu ketua MPR, satu kursi menteri. Bener enggak isu itu, kalau Ahmad Muzani menjadi ketua MPR, bener berarti (dan Edhy akan menjadi menteri),” tutupnya.
Isu lain yang berkembang, Gerindra mendapat dua jatah menteri di kebinet Jokowi.
Selain Edhy Prabowo, ada nama Fadli Zon yang tidak ditunjuk lagi jadi pimpinan di Parlemen.
(sta/rmol/pojoksatu)

Categories
ahmad muzani Ma'ruf Amin Nasional Pilpres 2019

Sekjen Gerindra Sesalkan Penghadangan Cawapres 01

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyayangkan insiden penghadangan yang dialami Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin, Senin (1/4/2019) kemarin.
Meski massa menggunakan atribut pendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Muzani menegaskan bahwa aksi tersebut bukan instruksi timnya.
BACA JUGA: DPRD Jabar Minta Penambahan Ruang Kelas Baru Jadi Prioritas
Ahmad Muzani yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengatakan seharusnya tidak ada peristiwa penghadangan seperti ini kepada kandidat manapun.
“Menurut saya jangan sampai menghadang-hadang itu kan kurang pas,” ujar Muzani di komplek DPR RI Senayan Jakarta, Selasa (2/4).
Menurut Muzani, dalam negara demokrasi, perbedaan itu hal yang wajar terjadi. Namun, perbedaan tersebut tidak bisa menjadi pembenaran untuk menangganggu aktivitas orang lain.
“Demokrasi itu dengan segala macam perbedaanya ya kita harus menghargai perbedaan itu, jangan mengganggu yang lain,” imbuhnya.
BACA JUGA: Mencekam! KH Ma’ruf Amin Disambut Ratusan Massa Prabowo di Jambringin Madura
Di sisi lain, Sekjen Partai Gerindra itu memastikan jika di koalisinya tidak pernah memerintahkan pendukungnya untuk menghadang pihak lawan. “Kita nggak pernah melakukan mobilisasi apa,” pungkas Muzani.
Sebelumnya, saat rombongan Ma’ruf hendak menuju Sumenep Jawa Timur, Senin (1/4/2019) untuk melakukan haul sekaligus ziarah ke makam kiai Zuhro dihadang sejumlah massa. Kelompok ini menggunakan atribut Prabowo-Sandi. Mereka juga mengacungkan salam dua jari, khas milik pendukung 02.
(jpg/fat/pojoksatu)