Categories
agus rahardjo DPR RI kasus korupsi Nasional Revisi UU KPK

Revisi UU KPK Disahkan, Agus Rahardjo Kirim Email Internal, Isinya…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengesahan Revisi UU KPK oleh DPR dan Pemerintah disesalkan banyak pihak. Lantaran dinilai berpotensi melemahkan lembaga antirasuah tersebut.
Selasa (17/9/2019) malam, aksi teatrikal ‘Pemakaman KPK’ digelar di depan lobi Gedung Merah Putih, di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Itu sebagai bentuk protes sekaligus penggambaran atas ‘pembunuhan’ upaya pemberantasan korupsi melalui revisi usulan para wakil rakyat itu.
BACA: UU KPK aja Bisa Super Ngebut, UU ASN kok Enggak? Dianggap DPR Gak Penting yah?
Ketua KPK Agus Rahardjo pun langsung mengirimkan pesan email yang disebarkan kepada pegawai.
Agus berpesan, agar semua tidak akan berhenti dan terus berikhtiar melawan korupsi serta terus melakukan pemberantasan korupsi.
“Ikhtiar kita melawan korupsi tidak boleh berhenti,” tegasnya di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Agus pun berpesan kepada seluruh anak buahnya agar tidak ragu serta tetap menjalankan tugas masing-masing.
BACA: IPW Setuju Revisi UU KPK, Biar Tidak jadi Kerajaan dalam Negara
“Kami langsung pada kalimat inti ini agar kita paham dan tidak ragu sedikitpun untuk tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” imbaunya.
Sementara, Jurubicara KPK Febri Diansyah mengakui bahwa saat ini KPK tengah dalam kondisi cukup sulit.
Kendati demikian, upaya pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti.

Categories
agus rahardjo karni ilyas Laode Ma Syarif mundur Nasional pimpinan KPK saut situmorang

Karni Ilyas Mungkin Sedang Geleng-geleng Lihat Polah Pimpinan KPK

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wartawan senior Karni Ilyas angkat bicara terkait tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan mundur dan mengembalikan mandat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketiganya adalah Ketua KPK Agus Rahardjo dan dua Wakil Ketua yakni Saut Situmorang dan Laode M Syarif.
Melalui akun Twitter pribadinya, pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) mengungkap keheranan dan kebingungannya.
BACA: Pimpinan KPK yang Baru Disahkan Hari Ini
“Tiga komisoner KPK, termasuk ketua, umumkan mengembalikan mandat kpd Presiden,” cuit Karni Ilyas, dikutip PojokSatu.id dari akun Twitter pribadinya, Minggu (15/9/2019).
Akan tetapi, ia menilai ada pernyataan yang ambigu yang disampaikan oleh ketiganya.

“Tapi pada saat bersamaan Ketua KPK mengatakan menunggu petunjuk Presiden, apa masih dipercaya memimpin KPK sampai akhir masa jabatan,” ungkapnya.
Pasalnya, ia menilai bahwa Presiden Jokowi selama ini tidak pernah meragukan pimpinan KPK.
BACA: Mantan Ketua KPK Setuju Revisi UU KPK: Di Mana Memperlemahnya?
“Lha Presiden kan tidak pernah meragukan pimpinan KPK periode ini?” heran dia.
Cuitan itu lantas dibalas Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan nada menyindir.
Menurutnya, Agus, Saut dan Laode tengah bermain petak umpet.

Categories
agus rahardjo Laode M Syarif Nasional pimpinan KPK Revisi UU KPK saut situmorang

Mantan Ketua KPK: Kenapa Harus Mundur? Ini Tindakan Cengeng!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar angkat bicara terkait mundurnya tiga pimpinan KPK.
Mereka adalah Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M. Syarif yang mengembalikan mandat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Antasari menganggap, sikap yang ditunjukkan ketiganya itu sebagai sikap yang kekanak-kanakan. Apalagi, jabatan mereka juga berakhir pada akhir tahun ini.
BACA: Gara-gara Pimpinan KPK, Jokowi jadi Pinokio
Demikian disampaikan Antasari Azhar dikutip PojokSatu.id dari Rakyat Merdeka, Minggu (15/9/2019).
“Seperti anak kecil. Kenapa harus mundur? Ini tindakan cengeng. Sebagai mantan Ketua KPK, saya sangat menyesalkan sikap seperti itu,” tegasnya..
Seharusnya, ketiga pimpinan tersebut bisa menjaga lembaga dan sumber daya manusia (SDM) di tengah hujan kritik dan masalah yang mendera seperti saat ini.
Bukan kemudian malah melemparkan tanggungjawab pengelolaan KPK kepada Presiden Jokowi yang hanya akan menambah beban pikiran dan pekerjaan Presiden.
BACA: Sekjen PDIP Ngaku Punya Bukti Kebobrokan KPK, Sebut Abraham Samad dan Sudirman Said
Padahal, katanya, Presiden sudah cukup sibuk dengan mengurus negara dan pemerintahan dan tak perlu disibukkan lagi dengan urusan KPK.
“KPK ada ketuanya. Ada jajaran dan komisioner. Ini komisioner lepas tangan. Itu saya tidak suka,” kecamnya.