Categories
aburizal bakrie Jokowi Nasional

Empat Tahun Jokowi, Aburizal Bakrie Ungkap Tiga Hal Ini Masih Kurang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepemimpinan Jokowi-JK selama empat tahun terakhir dinilai cukup menjanjikan. Pasalnya, terjadi akselerasi pembangunan infrastruktur.
Hal itu sebagaimana diungkapkan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie. Ical-sapaanya- mengapresiasi sejumlah kesuksesan pembangunan yang dilakukan Jokowi-JK.
“Banyak kemajuan-kemajuan (pemerintahan Jokowi-JK). Kami lihat, infrastruktur yang paling menonjol,” kata pria yang akrab disapa Ical dalam acara Kopdar Praja Muda Golkar di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (21/10).
Kendati begitu, Ical juga tak menampik pemerintahan Jokowi-JK masih banyak yang mesti diperbaiki. Khususnya terkait penyelesaian sejumlah isu ekonomi dan berdemokrasi yang dinilai masih bermasalah.
“Pertama mengenai kesenjangan, masalah kemiskinan dan masalah demokrasi. Tapi, nanti bisa diperbaiki pada periode yang kedua,” jelasnya.
Sebagai informasi, berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,88 persen. Lebih rendah dibanding tahun 2014 sebesar 5,01 persen.
Setahun berselang, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perbaikan dengan meningkat ke angka 5,03 persen.
Tahun berikutnya angka itu naik lagi menjadi 5,07 persen. Memasuki tahun 2018 berjalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5,17 persen.
Angka itu belum diakumulasi pada realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III dan IV.
Sedangkan, pada nawacita yang dijanjikan masa kampanye, Jokowi memang menargetkan pertumbuhan ekonomi pada level 7 persen.
(aim/jpc/pojoksatu)

Categories
aburizal bakrie Jokowi Nasional Pilpres 2019 prabowo-sandi

Caleg Banyak Nyebrang ke Prabowo, Aburizal Bakrie Tegaskan Golkar Solid Dukung Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ancaman perpecahan internal kembali melanda Partai Golkar. Baru-baru ini, ada sekelompok calon anggota legislatif mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres mendatang.
Dukungan yang mereka berikan bertentangan dengan keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang memilih mendukung Joko Widodo untuk menjadi presiden RI di periode 2019-2024.
Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) mengatakan, berdasarkan keputusan rapat Dewan Pembina tanggal 12 September 2018 lalu, pihaknya meminta semua pengurus DPP partai berlambang pohon beringin itu untuk merapatkan barisan.
Tak hanya itu, dia juga meminta seluruh unsur keluarga besar Partai Golkar, baik itu di tingkat pusat maupun di daerah untuk tetap solid dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.
“Soliditas ini terutama diperlukan untuk menaikkan elektabilitas Partai Golkar dan menambah perolehan kursi legislatif dengan target mencapai kemenangan pada Pileg 2019,” katanya dalam pesan elektroniknya, Senin (24/9).
Menurut ARB, perolehan kursi legislatif dalam Pileg 2019 akan menjadi cermin kehormatan bagi Golkar sebagai partai besar, ukuran posisi politik partai dalam pemerintahan dan kenegaraan serta akan menjadi indikasi kesinambungan partai di masa yang akan datang.
Makanya, Ical, sapaan khas Aburizal Bakrie meminta agar kontribusi Partai Golkar dalam Pilpres 2019 dilakukan secara aktif oleh para kader yang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.
Untuk pengurus DPP Partai Golkar, para kader serta unsur lainnya yang tidak tergabung dalam tim sukses Pilpres bisa berkonsentrasi penuh pada Pileg 2019.
“Perolehan suara 2019 menyangkut kehormatan, posisi politik dan masa depan Partai Golkar,” jelasnya.
Sehubungan dengan itu, lanjut Ical Dewan Pembina Partai Golkar juga meminta DPP melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) segera melakukan konsolidasi dan mobilisasi total bagi seluruh unsur keluarga besar partai, termasuk para kader senior agar upaya pemenangan partai dapat berjalan effektif dengan hasil maksimal.
Tak hanya itu, Dewan Pembina Partai Golkar meminta pengurus partai untuk melakukan reposisi atau pemantapan kembali posisi Partai Golkar di mata masyarakat.
Konkretnya adalah Fraksi Partai Golkar di DPR RI yang merupakan ujung tombak partai untuk meningkatkan sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah.
“Sikap kritis obyektif konstruktif agar kembali mengemuka sebagai bagian dari pemihakan terhadap rakyat,” ujar Ical.
Lebih lanjut Ical juga menyarankan agar konsolidasi dan mobilisasi vertikal hendaknya terus dilakukan. Ketua Umum agar secara intens dapat mengunjungi DPD propinsi dan DPD kabupaten/kota untuk memberikan semangat perjuangan kepada para kader di akar rumput.
“Dewan Pembina Partai Golkar menyarankan agar situasi dan perkembangan tersebut hendaknya disikapi secara kritis obyektif oleh DPP Partai Golkar dan seraya tampil didepan mengambil inisiatif mencari solusi,” pungkasnya.
(nes/rmol/pojoksatu)