Categories
Abdullah As Siddiq Nasional tsunami palu

Ramalan Abdullah sebelum Tsunami Palu: Gempa Kecil di Sulteng, Gempa Besar Berdiam di Sulsel

POJOKSATU.id, PALU – Sebulan sebelum gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, Abdullah As Siddiq telah meramalkan bencana yang menelan 1.000 lebih korban jiwa tersebut.
Lewat akun Facebook pribadinya, Abdullah mengingatkan warga tentang bahaya bencana yang akan menimpa masyarakat di wilayah Sulawesi.
Ramalan gempa tersebut dia posting di akun Facebook dengan bahasa kiasan. Ada pula yang dia sampaikan secara terangan-terangan bahwa gempa besar akan segera mengguncang wilayah Sulawesi.
Pada 30 Juli, Abdullah As Siddiq memposting bahwa akan ada getaran besar di wilayah Sulawesi. Kemudian pada 23 September, ia memperjelas bahwa getaran itu berupa gempa yang berpusat di daratan.
“Ternyata akan wujud gempa yang pusat di daratan yang bisa merobohkan kotak cantik, kotak panjang kaki satu patah, jalan terbelah belah dan terturun hebat,” imbuhya.
Sehari sebelum kejadian, tepatnya pada 27 September 2018, Abdullah As Siddiq kembali mengingatkan bahwa gempa sudah bergerak ke wilayah Sulawesi.
“Sepertinya gempa sedang bergerak ke kawasan Sulawesi, ada yang aneh malam ini kliatannya,” pungkasnya.
Postingan Abdullah dikomentari oleh Fadila Dila. Ia menanyakan banyak hal, termasuk titik yang bakal terkena gempa di Sulawesi.
“Sulawesi bagian mananya Mas? Karena saya juga orang Sulawesi, karena saya lihat sepertinya Mas bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan,” tanya Fadila Dila.
Pertanyaan itu dijawab Abdullah dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa mengetahui secara pasti masa depan. Dia hanya bisa merasakan apa yang akan terjadi di masa depan.
“Saat ini gempa besarnya berdiam di kawasan Sulawesi Selatan, tapi gempa kecilnya masih berada di Sulteng,” katanya.
Dari penelusuran pojoksatu.id, beberapa postingan Abdullah As Siddiq sudah hilang di laman Facebooknya. Hanya postingan yang menggunakan bahasa kiasan yang masih tersisa.
“Angin bertiup laju dan kencang halilintar besar gema keras suaranya sedang getaran terus bergerak,” tulis Abdullah pada 17 Agustus.
“Semut semut besi berbaris terhenti, kotak kotak cantik pada retak dan rebah semua berteriak menyebut nama yang kuasa saat getaran besar wujud tanpa di duga duga. Sedangkan luappan air laut saat itu melaju cepat bagaikan cahaya halilintar,” demikian postingan Abdullah pada 18 Agustus 2018.
Berikut screenshot postingan Abdullah As Siddiq dan percakapannya dengan Fadila Dila:

FB Abdullah As Siddiq

(one/pojoksatu)