Categories
3 polisi terbakar mahasiswa bentrok Nasional

Terpapar Paham Radikal, Polisi Dalami Oknum Mahasiswa Penyebab Polisi Terbakar

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polisi terus melakukan pendalaman terhahadap para mahasiswa yang telah diamankan saat aksi di Pendopo Bupati Cianjur pada Kamis (15/8).
Termasuk motif para mahasiswa menyiram 4 anggota polisi yang mengakibatkan anggota mengalami luka bakar yang cukup parah.
“Masih terus diperiksa ya,” ungkap Dedi saat dikonfirmasi Pojoksatu, Sabtu (17/8).
Penyidik saat ini sudah menetapkan satu mahasiswa berinisial RS sebagai tersangka dalam kasus terbakarnya 4 anggota polisi.
Tersangka berinisial RS tersebut merupakan mahasiswa Universitas Suryakencana di Cianjur.
Namun saat ditanya, apakah para oknum mahasiswa yang diamankan itu terpapar faham radikal. Mengingat sasaran mereka merupakan anggota kepolisian.
“Sedang didalami ya,” ungkap Dedi.
Diketahui, aksi unjuk rasa ini terjadi di depan Pendepo Bupati Cianjur Jawa Barat. Dalam pelaksanaan aksi ini, para pengunjuk rasa tidak berhasil menemui pimpinan daerah yang dimaksud.
Mereka kemudian melakukan aksi bakar ban sekaligus menutup arus lalu lintas di Jalan Siliwangi. Aiptu Erwin, anggota polisi yang saat itu tengah mengawal jalannya aksi berupaya untuk memadamkan ban yang terbakar.
Namun, tiba-tiba ada oknum yang melemparkan bahan bakar minyak dari belakang. Akibatnya, api menyambar tubuh anggota tersebut. Melihat kondisi rekannya, tiga anggota lainnya berupaya memberikan pertolongan, tetapi mereka pun mengalami luka bakar.
(fir/pojoksatu)

Categories
3 polisi terbakar demo mahasiswa cianjur Nasional

Insiden Terbakarnya Empat Polisi, Tersangka Bertambah Jadi Tiga Orang

POJOKSATU.id, CIANJUR- Jajaran Polres Cianjur resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam insiden terbakarnya empat personel kepolisian saat mengamankan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Cianjur, Kamis (15/8) lalu.
“Sampai hari ini kita telah menetapkan tiga orang tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo, Sabtu (17/8).
Dari total 32 orang mahasiswa dan pemuda yang tangkap, 24 diantaranya sudah dipulangkan. Sementara delapan lainya masih ditahan untuk dilakukan pendalaman secara intensif.
“Dari total delapan orang ini tiga diantaranya merupakan tersangka,” jelas Trunoyudo.
Untuk peran dua tersangka, pihaknya belum dapat menyampaikan lantaran proses pemeriksaan terkait penyelidikan peristiwa ini masih berjalan. Keterangan tiga tersangka dan lima orang lainya masih terus didalami.
“Terus didalami dengan kesaksian lainnya, yang jelas penyidik mendasari alat bukti yang ada,” demikian Trunoyudo.
Satu orang tersangka yang merupakan aktivis mahasiswa dari GMNI Cianjur berinisial RS lebih dulu ditetapkan tersangka, setelah pihak kepolisian memiliki bukti yang kuat.
RS diduga pelaku yang melempar bahan bakar cair ke arah anggota polisi yang sedang berusaha memadamkan api dari ban bekas yang dibakar massa unjuk rasa di depan kantor bupati setempat.
(dhe/pojoksatu/rmol)

Categories
3 polisi terbakar Nasional polisi dibakar polisi terbakar

Markas GMNI Dibakar Usai Insiden 4 Polisi Terbakar di Cianjur

POJOKSATU.id, CIANJUR – Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur terbakar pada Jumat (16/8/2019) dini hari.
Kebakaran terjadi beberapa jam usai insiden 4 polisi terbakar saat mengamankan aksi mahasiswa di Pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019).
Markas GMNI yang berada di Kampung Berenuk, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur tersebut diduga dibakar orang tidak dikenal.
Api menghanguskan sebagian ruang bagian belakang bangunan. Komputer dan meja lengkap dengan kursinya terlihat hangus.
“Ada yang lihat seseorang membuka jendela belakang di ruangan komputer. Api berkobar dari dalam, nyala api terpantul jelas dari jendela,” kata Ganjar Firdaus (29), seperti dilansir detik.com.
Sementara itu, Gozali mengaku sempat melihat seseorang berlari usai membakar komputer. Sosok yang tidak dikenal itu lalu menaiki motor dan berlari ke arah keluar gang jalan.
“Saya awalnya mendengar suara api sekitar pukul 00.30 WIB. Saya intip dari jendela kecil karena posisi belakang kamar saya berhadapan dengan ruangan sekretariat yang dibakar. Saya intip, mungkin orang itu tahu, langsung melarikan diri nyalain motor, lalu pergi,” tutur Gozali.
Ia mengaku tidak melihat jelas ciri-ciri orang yang melakukan pembakaran. Selain situasi gelap, Gojali juga tidak berani langsung keluar karena takut.
Gojali saat itu sempat berteriak minta tolong karena begitu melihat adanya api. Saat itu tidak ada warga yang keluar dari dalam rumah, akhirnya ia membangunkan Ganjar.
“Posisi pintu terkunci, saya bawa ember isi air memadamkan api dari sela jendela. Akhirnya api mati,” ucapnya.
Kondisi sekretariat itu terlihat kosong, hanya ada belasan motor terparkir di ruang sekretariat dan bangunan di sampingnya. Gojali membenarkan motor-motor itu milik mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di Pendopo Cianjur.
Demonstrasi tersebut diwarnai insiden terbakarnya empat polisi yang tengah bertugas.
“Sampai sekarang masih tersimpan di sini motornya. Untung saja api berhasil dipadamkan dan enggak merembet kena motor mereka,” ujar Gojali.
Terkait peristiwa itu, Ketua GMNI Jabar Wahyu Khanoris mengaku sudah mendapat informasi ada kebakaran di Sekretariat GMNI Cianjur.
“Informasi warga setempat pembakaran sekretariat. Katanya ada komputer yang terbakar. Namun saya tidak mau berspekulasi soal kaitan apa-apanya, hanya dapat informasi itu saja,” kata Wahyu singkat via sambungan telepon.
Polres Cianjur menyatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan pembakaran markas GMNI Cianjur.
“Kita masih pendalaman, masih melihat situasinya bagaimana. Kita selidiki dulu,” ujar Kapolres Cianjur AKBP Soliyah.
Soliyah mengatakan pihaknya belum menemukan dugaan bahwa sekretariat itu sengaja dibakar. Ia memastikan bakal memeriksa lebih lanjut kebakaran di bangunan tersebut.
“Belum ada indikasi dibakar. Kita masih selidiki,” imbuhnya.
Sementara itu kader GMNI yang juga mahasiswa dari Universitas Surya Kencana (Unsur) berinisial RS (19) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Cianjur.
Terkait hal itu, Ketua DPP GMNI, Andi Junianto mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, aparat kepolisian yang menjadi korban dan keluarganya atas tindakan oknum mahasiswa tersebut.
DPP GMNI menghormati segala proses hukum yang terjadi pada oknum mahasiswa yang diduga kader GMNI tersebut.
“Kami akan mengambil langkah tegas secara organisasi kepada yang bersangkutan bila terbukti oknum tersebut adalah kader GMNI,” kata Andi.
(one/pojoksatu)

Categories
3 polisi terbakar mahasiswa bakar polisi Nasional polisi dibakar polisi terbakar

Kadernya Tersangka Penyebab Polisi Terbakar di Cianjur, Begini Reaksi GMNI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) turut prihatin atas insiden 4 polisi terbakar di Cianjur saat mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa.
Ketua DPP GMNI, Andi Junianto mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan dan menyayangkan aksi mahasiswa dengan taktik membakar ban bekas, yang berujung memakan korban dari aparat kepolisian.
Terkait hal itu, DPP GMNI memastikan bahwa kader-kadernya tidak pernah melakukan aksi anarkis.
“Sebagai organisasi kader, di GMNI tidak pernah diajarkan untuk melaksanakan aksi yang anarkis. Aksi-aksi GMNI selalu difokuskan pada gagasan komprehensif disertai manajemen aksi yang rapi, jauh dari anarkis,” ujar Andi.
Dalam kasus ini, mahasiswa dari Universitas Surya Kencana (Unsur) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Cianjur.
Belakangan diketahui bahwa mahasiswa berinisial RS (19) itu merupakan kader GMNI.
Terkait hal itu, DPP GMNI, kata Andi, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, aparat kepolisian yang menjadi korban dan keluarganya atas tindakan oknum mahasiswa tersebut.
DPP GMNI menghormati segala proses hukum yang terjadi pada oknum mahasiswa yang diduga kader GMNI tersebut.
“Kami akan mengambil langkah tegas secara organisasi kepada yang bersangkutan bila terbukti oknum tersebut adalah kader GMNI,” kata Andi.
Sementara, Ketua DPP GMNI yang lainnya, Imanuel Cahyadi menyatakan bahwa GMNI sejauh ini kerap melakukan kerjasama dengan aparat kepolisian menyoal ideologi bangsa dan keamanan negara. Karenanya, GMNI sangat mendukung proses hukum yang berlaku.
“Jadi, kami berharap agar saudara korban dapat segera pulih supaya dapat mengemban tugas mulianya. Kemudian, kami sangat mendukung proses hukum yang ada,” kata Imanuel.
Terkait sikap resmi DPP GMNI, kata Imanuel, ke depannya jika benar oknum mahasiswa berinisial RS terbukti bahwa dia merupakan kader GMNI, akan dirumuskan oleh semua pengurus DPP GMNI.
“Ya kita harus rapikan barisan dan konsolidasi lagi agar gerakan-gerakan yang dibuat mahasiswa kedepan tidak terulang lagi,” demikian Imanuel.
(rmol/pojoksatu)

Categories
3 polisi terbakar Nasional pendopo cianjur

Curhatan Enung, Ibu Tersangka Penyebab Polisi Terbakar: Anak Saya Jangan Disiksa Pak

POJOKSATU.id, CIANJUR- Enung, selaku orang tua RS (19) tersangka aksi demo mahasiswa di Cianjur yang berujung pada terbakarnya anggota polisi Polres Cianjur, mengaku sangat shock atas peristiwa yang terjadi.
Bahkan Enung mengakui, aksi yang dilakukannya anaknya dia ketahui dari foto-foto yang tersebar.
Enung juga mengaku sedih melihat perilaku anaknya yang menurutnya baik ternyata menjadi salah satu tersangka.
Apalagi masalah ini menyangkut dengan pihak kepolisian hingga berujung luka bakar yang begitu serius.
Enung mengakui anaknya aktif di organisasi.
“Saya taunya anak saya ikut organisasi di kampus, engga tau kalo ikut kegiatan diluar kampus”, kata Enung kepada pojoksatu, Jumat 16/8)
Saat ini Enung berharap, sebagai orang tua RS, agar polisi memberi  keringanan hukuman, karena anaknya masih sekolah.
“Saya minta diringanin hukumannya, jangan disiksa anak saya”, katanya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Polres Cianjur, pihaknya telah menetapkan satu mahasiswa sebagai tersangka.
“Kita melihat dari petunjuk dan alat bukti, maka satu orang tersangka kita tetapkan. Inisial RS (19),” paparnya, Jumat (16/8) di Mapolrestabes Bandung.
Selain alat bukti, keterangan saksi terdiri dari rekannya yang melihat saat kejadian anggota Polri terbakar.
“Adanya surat ijin aksi demo ke kepolisian, kemudian ada satu alat bukti termasuk jaket yang digunakan sebagai alat bukti juga,” terangnya.
Kabid menambahkan, bahwa jas merah tersebut kini diamankan.
“Ada jas, sedangkan ban itu juga alat bukti kita amankan,” jelasnya.
Selain Ban, kemudian baju korban kemudian baju pelaku diamankan juga.
“Barang milik pelaku HP, terkait jejak digital perencanaan sebelum dilakukannya penyampaian pendapat atau aksi demo kita dalami,” jelasnya.
Dari perbuatan RS, bisa diancam hukuman di atas 5 tahun penjara.
“Sekarang sudah kami tahan. Untuk pasal itu seluruhnya diterapkan. Nanti mana sesuai dengan pasal diterapkan kejaskaan dan Pengadilan,” pungkasnya.
(dhe/ruh/pojoksatu)

Categories
3 polisi terbakar Nasional pendopo cianjur

Orang Tua Penyebab Tiga Polisi Terbakar di Cianjur Minta Maaf

POJOKSATU. id,  CIANJUR – Usai polisi menetapkan tersangka aksi demo mahasiswa di Cianjur yang berujung pada terbakarnya empat anggota polisi Polres Cianjur, keluarga tersangka angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf.
Permohonan maaf itu disampaikan langsung ibu RS (19), Enung,  ditemui di kediamannya, Desa Nagrak, Cianjur,  Jumat (16/8/2019).
“Kami minta maaf, kepada semuanya. Terutama kepada polisi, para korban dan keluarganya,” ungkapnya kepada PojokSatu.id.
Enung menyatakan, dirinya mengetahui anak keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah mendapati foto RS dari kerabatnya.
“Tahunya tadi sore, dari kemarin enggak pulang,” tuturnya.
Keluarga, lanjutnya, meyakini bahwa apa yang dilakukan anaknya itu bukanlah sebuah kesengajaan. Karena itu, dirinya juga meyakini bahwa sama sekali tidak ada unsur perencanaan dalam aksi yang terjadi di Pendopo Cianjur, Kamis (15/8) kemarin itu.
“Karena anaknya kalau di rumah pendiam. Enggak pernah aneh-aneh,” terangnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Polres Cianjur, pihaknya telah menetapkan satu mahasiswa sebagai tersangka.
“Kita melihat dari petunjuk dan alat bukti,  maka satu orang tersangka kita tetapkan. Inisial RS (19),” paparnya, Jumat (16/8) di Mapolrestabes Bandung.
Selain alat bukti, keterangan saksi terdiri dari rekannya yang melihat saat kejadian anggota Polri terbakar.
“Adanya surat ijin aksi demo ke kepolisian,  kemudian ada satu alat bukti termasuk jaket yang digunakan sebagai alat bukti juga,” terangnya.
Kabid menambahkan, bahwa jas merah tersebut kini diamankan.
“Ada jas, sedangkan ban itu juga alat bukti kita amankan,” jelasnya.
Selain Ban, kemudian baju korban kemudian baju pelaku diamankan juga.
“Barang milik pelaku HP,  terkait jejak digital perencanaan sebelum dilakukannya penyampaian pendapat atau aksi demo kita dalami,” jelasnya.
Dari perbuatan RS, bisa diancam hukuman di atas 5 tahun penjara.
“Sekarang sudah kami tahan. Untuk pasal itu seluruhnya diterapkan. Nanti mana sesuai dengan pasal diterapkan kejaskaan dan Pengadilan,” pungkasnya.
(ruh/pojoksatu)

Categories
3 polisi terbakar Nasional polda jabar

Dua Anggota Polisi Korban Luka Bakar Berangsur Membaik

POJOKSATU.id, JABAR- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) memastikan dua korban anggota kepolisian yang mengalami luka bakar akibat aksi Cipayung Cianjur, kondisinya berangsur membaik.
Demikian disampaikan, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS, Doddy Tavianto saat dihubung Jumat (16/8).
Berdasarkan pemeriksaan, saat ini kondisi Bripda FA Simbolon, Anggota Sat Sabara Polres Cianjur, Bripda Yudi Muslim, Anggota Sat Sabara Polres Cianjur yang menjadi korban luka bakar sudah mulai membaik.
Bahkan dikatakan dia, kedua korban saat ini sudah bisa makan dan minum sekaligus berkomunikasi.
“InsyaAllah kedepannya juga baik, karena kalau melihat dari luas luka bakar itu ada yang terkena 6,5 persen dan 13 persen,” ujar Doddy
Doddy menyebutkan, kedua korban, hampir mengalami luka bakar dominan pada bagian wajah, bagian leher belakang dan bagian pergelangan tangan. Jika dinilai berdasarkan kedalaman lukanya. Luka kedua korban berada pada grade dua AB.
“Grade dua itu, jadi sudah terkena sebagian jaringan kulit, biasanya kalau grade dua AB itu pemulihannya sekitar tiga mingguan lah,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat membenarkan bahwa ada tiga anggota Polres Cianjur terkena luka bakar akibat aksi demo kelompok mahasiswa di Kantor DPRD Cianjur, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Kamis (15/8).
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, ketiganya yakni Aiptu Erwin anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dari Sabhara Polres Cianjur.
Ia menyebutkan, dalam insiden ini, Erwin mendapat luka paling serius lantaran tersambar api dari ban yang dibakar massa. Sementara dua anggota lain ikut tersambar saat berusaha menyelamatkan Erwin.
(dhe/pojoksatu/rmol)