Categories
22 mei 22 mei rusuh Aksi 22 Mei Nasional

Tak Juga Bubar, Polisi Terus Sisir Massa Hingga Tanah Abang, Sembunyi di Masjid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aparat terus berupaya membubarkan massa yang terus bertahan di jalanan.
Padahal waktu aksi unjuk rasa sudah seharusnya habis sejak pukul 18.00 WIB, Selasa (22/5/2019).
Namun seolah kebablasan dengan toleransi yang diberikan, massa tak mau juga membubarkan diri.
Sebagian mereka malah melawan dengan melemparkan petasan.
Aparat pun mendesak mereka hingga ke kawasan Tanah Abang. Bahkan ada massa yang berada di Masjid pun seperti yang ramai di media sosial tak luput dari tembakan gas air mata.

astaghfirulloh :(( RT @mastiah71285866: Sudah sampe di Masjid, masih juga di serang?Astaghfirullah al-Adheem #MahkamahKedaulatanRakyat #KembalikanKedaulatanRakyat #KedaulatanRakyatHargaMati pic.twitter.com/BqP6akfS63
— Imamo Juan Gustavo (@mamoglad) 21 Mei 2019

Masjid Al-Makmur Tanah Abang Ditembakin Gas Air Mata sama Polisi#MahkamahKedaulatanRakyat pic.twitter.com/Nv3MRLKUBW
— marshallrama – #PrabowoBentengNKRI (@Mrmarshall_rama) 21 Mei 2019

sampe dlm masjid aksi massa msh tetap di tembak dgn gas air mata….#MahkamahKedaulatanRakyat #MahkamahKedaulatanRakyat pic.twitter.com/OQCUOEcnhJ
— Agus Kamali (@kamali_agus) 21 Mei 2019

Situasi terkini.. Terjadi Bentrokan antara Massa dan Aparat..#RakyatTolakHasilPilpres #MahkamahKedaulatanRakyat pic.twitter.com/LysI5rbrrj
— Poros Kanan (@porosKanan) 21 Mei 2019

Itu abang nya jalan santai doank sambil isapin rokok, koq polisi nya ngos²an gitu ampe ngatain rakyat "monyet", sebejat itukah omongan polisi hari ini?
Unk mas yg jalan santai sambil ngisapin rokoknya, gue salut ama lu bang #MahkamahKedaulatanRakyat pic.twitter.com/6wWWRvkolX
— Melidya Sari (@OrangBeriman6) 21 Mei 2019

Dengan sangat berhati-hati, aparat terus menyisir kawasan tersebut meski terus mendapat perlawanan.
Hingga pukul 02.00 WIB, Rabu (22/5/2019), sekelompok massa masih terus melakukan perlawanan.
Tembakan gas air mata pun berkali-kali ditembakkan aparat.
Sebelumnya aparat kepolisian akhirnya memburu para demonstran yang bertahan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) sekitar pukul 22.00.
Ratusan anggota Brimob turun ke Jalan Thamrin memukul mundur para demonstran yang bertahan.
Awalnya polisi sudah mengimbau kepada massa agar kembali ke rumah masing-masing. Saat itu, sebagian besar massa pulang, tetapi sebagian lainnya bertahan.
Massa yang bertahan terus berdiri di depan pagar kawat berduri yang dipasang polisi. Mereka meneriakkan yel-yel kepada aparat kepolisian.
“Pak polisi, pak polisi, pak polisi jangan berkompetisi. Pak polisi, pak polisi harusnya mengayomi,” teriak massa menyoraki anggota Brimob itu.
Meski begitu, massa tidak melulu meneriakkan yel-yel tersebut. Massa biasanya berdiam melihat aparat Brimob yang berjaga di depan mereka.
Ketika ada gelagat dari anggota Brimob yang berlebihan, massa kembali berteriak.
Saat itu pula, kendaraan water canon disiagakan di depan para demonstran.
Massa sempat membubarkan barisan, tetapi sebagian lainnya berteriak agar tetap bertahan.

(sta/jpnn/pojoksatu)