Categories
1 Ramadhan 1440 H Arus mudik Nasional

Kendaraan dari Arah Nagreg ke Limbangan Ramai Lancar

POJOKSATU.id, JABAR- Kendaraan Pemudik baik roda empat dan roda dua yang masuk wilayah kabupaten Garut, sejak lepas dari kawasan Nagreg hingga pukul 15.00 wib terpantau ramai lancar.
Kendaraan roda empat rata rata melintas 30 per menitnya, dan kendaraan roda dua melintas 35 motor per menitnya.
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan situasi H-6 ini ramai lancar.
“Ramai lancar ya hari ini, tak ada kepadatan berarti,” jelasnya, Kamis (30/5).
Kapolres menambahkan, bahwa jajaran Polres Garut siap siaga mengantisipasi adanya kepadatan.
“Petugas siaga 24 jam, apabila terjadi kepadatan kita lakukan rekayasa arus lalulintas dengan melakukan one way, Bandung atau pengalihan arus ke arah Garut melalui Leles atau terus ke Garut kota lalu ke Tasikmalaya,” paparnya.
Petugas Polres Garut sendiri, disebar sejak perbatasa Bandung Garut di Cikaledong hingga Limbangan dan Malangbong.
(arf/pojoksatu)

Categories
1 Ramadhan 1440 H Arus mudik Nasional polda jabar

Mulai Besok Truk Ekspedisi Dilarang Melintas, Kecuali Truk Sembako dan BBM

POJOKSATU.id, BANDUNG- Mulai Kamis tanggal 30 Mei 2019, sesuai keputusan Menteri Perhubungan, truk ekspedisi dilarang melintas selama arus mudik lebaran 2019.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol M Aris mengatakan bahwa larangan truk ekspedisi melintas selama arus mudik dan balik, demi kelancaran arus kendaraan.
“Khusus truk sembako dan BBM boleh melintas selama arus mudik dan balik lebaran,” jelasnya, Rabu (29/5).
Untuk waktu larangan melintas truk ekspedisi yakni tanggal 30,31, 1 Juni, 2, 3, 8, 9 dan 10.
“Selama sekitar 8 hari truk ekspedisi dilarang melintas,” jelasnya.
Dirlantas menambahkan, untuk arus kendaraan mudik dari Jakarta, yang masuk ke Jabar akan terbagi menjadi tiga.
“Pemudik ada yang menggunakan tol trans Jawa, sejak Banten hingga Cirebon lalu ke Jateng dan Jatim. Atau melalui jalur non tol di Jabar, bisa melewati jalur Pantura atau jalur Selatan Jabar,”jelasnya.
Untuk kesiapan infrastruktur dan pendukung rambu lalu lintas, sudah disiapkan.
“Semuanya sudah disiapkan, dan petugas juga semuanya sudah berada di pos pengamanan dan pelayanan,” katanya.
(arf/pojoksatu)

Categories
1 Ramadhan 1440 H bulan puasa cebong hasil Pemilu 2019 hasil pilpres 2019 Imbauan MUI kampret Nasional

Woi Puasa Nih! Jangan Ada Lagi Cebong dan Kampret

POJOKSATU.id, JAKARTA – Memasuki bulan suci Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar tak ada lagi penyebutan cebong dan kampret.
Karena itu, MUI mengajak seluruh umat Islam menyambut Ramadan dengan mengedepankan toleransi dan semangat persaudaraan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangannya, Minggu (5/5/2019).
Imbauan tersebut disampaikan mengingat masyarakat Indonesia telah terbelah pada penyelenggaraan Pilpres 2019 lalu.
Apalagi, pencobolosan pada tanggal 17 April lalu juga telah berlalu.
“Agar seluruh masyarakat kembali merajut tali silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini tercabik-cabik, terkotak-kotak, dan terpecah belah karena perbedaan pilihan politik,” tutur Zainut.
Zainut mengatakan, berpuasa merupakan implementasi dari nilai-nilai Islam tentang perdamaian, kasih sayang, dan keadilan.
Khususnya dalam mengembangkan kembali semangat persaudaraan dan kebangsaan.
Bersamaan dengan momentum datangnya Ramadan yang mulia ini, ujar Zainut, pihaknya juga mengajak seluruh pihak untuk mengakhiri semua silang sengketa, saling tuduh, fitnah dan saling olok.
Pihaknya juga tidak mau, ke depan masih ada lagi penyebutan kampret dan cebong.
“Marilah kita kembali menjadi manusia yang mulia karena kita adalah saudara,” ujarnya.
Selain itu, MUI juga mengingatkan lembaga penyiaran meningkatkan kepatuhannya pada UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku dan Standard Program Siaran (P3SPS) yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di bulan Ramadan.
Sebaliknya, tidak boleh adanya tayangan yang kurang baik.
“Siaran-siaran yang kurang baik seperti tayangan yang mengandung kekerasan, perilaku seks menyimpang, hal-hal gaib, paranormal, klenik dan candaan yang berlebihan,” tegasnya.
MUI juga meminta para penyelenggara jasa hiburan malam seperti singing hall, karaoke, sauna, spa, massage, dan billiard untuk tutup selama bulan Ramadhan.
Begitu pun kepada para pengusaha jasa restoran dan warung makan, bisa mengatur waktu jam operasionalnya atau membuka usahanya dengan tidak secara terbuka, atraktif dan terang-terangan.
(jpg/ruh/pojoksatu)

Categories
1 Ramadhan 1440 H 2019 awal puasa kemenag Nasional

Besok Mulai Puasa, Ini Penjelasan Kemenag

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag RI) resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1440 H jatuh besok, Senin 6 Mei 2019.
Pentapan tersebut diambil Sidang Isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di Auditorium HM. Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan M.H Thamrin, Jakarta, Minggu (5/5/2019).
Dalam pemaparannya, Lukman menyatakan telah menyebar 102 titik pengamatan rukyatul hilal di seluruh Indonesia.
Dari ratusan lokasi tersebut, sembilan petugas rukyat mengonfirmasi melihat hilal dan telah disumpah.
Hilal yang terlihat oleh sembilan petugas rukyat tersebut dari wilayah Bangkalan, Gresik, Lamongan dan seluruh Jawa Timur.
Selain itu juga dari Makasar, Sulawesi Selatan, Brebes dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
“Setidaknya ada sembilan petugas kita bahwa mereka melihat hilal. Kesaksian yang dibawah sumpah. Posisi hilal dan kesaksian petugas kita,” bebernya.
Lukman menyampaikan, posisi hilal berada pada 4 derajat 30 menit 39 detik, hingga 5 derajat 42 menit 32 detik.
Dengan hasil tersebut, lanjutnya, ditetapkan bahwa awal puasa 2019 jatuh pada besok hari Senin (6/5/2019).
“Seluruh peserta sidang sepakat menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada esok hari 6 Mei 2019,” paparnya.
Sebelumnya, pihaknya telah mengikuti pemaparan tentang posisi hilal. Di mana ketinggian hilal dilihat dari seluruh wilayah Indonesia dan setelah magrib baru mulai sidang Isbat.
“Sidang diikuti para pimpinan ormas Islam, para ahli ilmu Falak, astronomi Lapan, juga mewakili BMKG.”
“Ada yang mewakili Boscha dan tentu para pimpinan Badan Hisab dan Rukyat. Hadir juga sejumlah duta besar,” tuturnya.
Sebelumnya, dua ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga sudah menetapkan keputusan yang sama.
Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Ramadhan 2019 jatuh pada Senin (6/5/2019).
Selain sudah menetapkan awal Ramadhan, PP Muhammadiyah juga sudah menetapkan Idul Fitri 2019 atau 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019.
Keputusan PP Muhammadiyah tersebut termuat dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2019 tentang Penetapan Hisab Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah 1440 Hijriah.
Sementara, PBNU juga telah memutuskan bahwa awal puasa tahun ini ditetapkan juga pada besok, Senin (6/5/2019).
Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang serta pemantauan hilal yang dilakukan sejak sore hari.
Demikian disampaikan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj dalam pemaparannya, Minggu (5/5/2019).
Ia menyebut ada empat titik yang berhasil lihat hilal Yakni untuk Indonesia bagian barat, di Pantai Condro Dipo, Gresik, Jawa Timur.
“Saudara Solahudin melihat hilal jam 17.29 WIB tinggi hilal 5 derajat. Sedangkan di Indonesia Indonesa timur tak berhasil melihat hilal karena mendung tebal. Indonesia tengah juga sama,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Said Aqil, hilal juga terlihat di Tanjung Kodok Lamongan. Hilal dilihat oleh KH Khotib Asmuni pada 17.29 WIB dengan tinggi hilal lima derajat.
Hilal juga terlihat di Pantai Gebang Pangkalan dan Pelabuhan Ratu Sukabumi oleh KH Yahya pada 17.58 WIB dengan tinggi hilal 5 derajat.
Semua petugas rukyatul hilal telah disumpah oleh kantor Pengadilan Agama setempat.
“Kita bisa menimpulkan bahwa berdasarkan uikyatul hilal, 1 Ramadhan tahun 1440 hijriah jatuh pada besok, Senin 6 mei 2019,” ucapnya.
(ruh/pojoksatu)

Categories
1 Ramadhan 1440 H awal puasa hilal Muhammadiyah Nasional PBNU

Awal Ramadhan 2019, NU dan Muhammadiyah Bareng

POJOKSATU.id, JAKARTA – Awal Ramadhan 2019 Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki keputusan yang sama. Kedua ormas Islam terbesar di tanah air itu memutuskan 1 Ramadhan 1440 Hijriah jatuh besok, Senin (6//2019).
Selain sudah menetapkan awal Ramadhan, Muhammadiyah juga sudah menetapkan Idul Fitri 2019 atau 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019.
Keputusan PP Muhammadiyah tersebut termuat dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2019 tentang Penetapan Hisab Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah 1440 Hijriah.

Sementara, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga telah memutuskan bahwa awal puasa tahun ini ditetapkan juga pada besok, Senin (6/5/2019).
Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang serta pemantauan hilal yang dilakukan sejak sore hari.
Demikian disampaikan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj dalam pemaparannya, Minggu (5/5/2019).
Ia menyebut ada empat titik yang berhasil lihat hilal Yakni untuk Indonesia bagian barat, di Pantai Condro Dipo, Gresik, Jawa Timur.

“Saudara Solahudin melihat hilal jam 17.29 WIB tinggi hilal 5 derajat. Sedangkan di Indonesia Indonesa timur tak berhasil melihat hilal karena mendung tebal. Indonesia tengah juga sama,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Said Aqil, hilal juga terlihat di Tanjung Kodok Lamongan. Hilal dilihat oleh KH Khotib Asmuni pada 17.29 WIB dengan tinggi hilal lima derajat.
Hilal juga terlihat di Pantai Gebang Pangkalan dan Pelabuhan Ratu Sukabumi oleh KH Yahya pada 17.58 WIB dengan tinggi hilal 5 derajat.
Semua petugas rukyatul hilal telah disumpah oleh kantor Pengadilan Agama setempat.
“Kita bisa menimpulkan bahwa berdasarkan uikyatul hilal, 1 Ramadhan tahun 1440 hijriah jatuh pada besok, Senin 6 mei 2019,” ucapnya.
(ruh/pojoksatu)