Categories
Ahok IWAN FALS Nasional

Gaji Ahok Rp3 M, Iwans Fals: Harus Lebih Tai Lagi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Iwan Fals turut mengomentari gaji Ahok di Pertamina yang diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar per bulan.
“Klo bener sebulan gaji Ahok kira2 Rp 3 M, ya harus hebatlah Pertamina,” kata Iwans Fals di akun Twitter pribadinta, @iwanfals, Sabtu (23/11/2019).
Karena itu, Ahok harus menunjukkan prestasinya di Pertamina. Tugas Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina telah diatur dalam pasal 31 UU BUMN.
Pasal tersebut menegaskan bahwa komisaris bertugas mengawasi disekri dalam menjalankan kepengurusan persero, serta memberikan nasihat kepada direksi.
Iwans Fals pun mengungkit ucapan kasar Ahok yang pernah melontarkan kata-kata ‘tai’.
“Tai tainya harus lebih tai lagi kayaknya,” kata Iwans Fals.
Iwan Fals membayangkan jika tai penduduk Indonesia dikumpulkan dan diolah menjadi biogas, maka selesailah soal energi.
“Barangkali bisa dimulai dari tingkat rt dulu atau di-pusat2 keramaian, seperti pasar, terminal, bandara dsbnya,” tambahnya.
“Di-kota2 besar banyak hotel dan apartemen2, langsung aja bikin lubang pembuangan besar disitu, ditampung disitu, utk biogas…hehe merubah tai jadi emas (pinjam istilah dulurku),” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, gaji dan tunjangan direksi dan komisaris pertamina diatur dalam Peraturan Menteri BUMN PER-01/MBU/05/2019 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri BUMN Negara Nomor PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN.
Dikutip dari laporan tahunan Pertamina 2018, honorarium yang diterima oleh komisaris utama besarannya adalah 45% dari gaji direktur utama Pertamina.
Selain itu, komisaris di Pertamina juga menerima tunjangan hari raya, tunjangan transportasi, dan asuransi purna jabatan.
Bahkan komisaris Pertamina juga menerima fasilitas kesehatan dan fasilitas bantuan hukum.
Pada tahun 2018, kompensasi manajemen kunci dan dewan komisaris Pertamina yang dibayarkan oleh perseroan senilai US$47,27 juta hingga 31 Desember 2018.
Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp14.000 per dolar, nilai itu sekitar Rp661,82 miliar.
Hingga akhir tahun lalu, jumlah direksi dan komisaris Pertamina jumlahnya sebanyak 17 orang
Jika nilai kompensasi itu (Rp661,82 miliar) dibagi rata, setiap direksi dan komisaris Pertamina menerima sedikitnya Rp38 miliar per tahun atau sekitar Rp3,2 milir per bulan.
(one/pojoksatu)