Categories
mabes polri Nasional Pemindahan Ibukota Jakarta

Rencana Pemerintah Akan Memindahkan Ibukota, Ini Kata Polisi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polri angkat bicara soal rencana pemerintah akan memindahkan Ibu Kota. Polri mengaku akan mendukung selama bertujuan demi kebaikan Indonesia.
“Terkait rencana pemindahan dengan pertimbangan pemerataan pembangunan dan kepadatan ibukota saat ini, tentunya Polri mendukung karena ini demi kebaikan bangsa dari segala aspek,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal Saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/4)
Dia mengaku Polri akan menyiapkan sumber daya mereka sebaik mungkin bila memang pemindahan ini terwujud nantinya. Hal itu tak lain agar pelayanan Polri tetap optimal.
Hingga kini pihaknya masih terus menunggu keputusan pemerintah terkait hal ini.
“Jika sudah fix akan dipindah ke mana, Mabes Polri akan berkoordinasi untuk mempersiapkan semua sumber daya yang ada sehingga pelayanan kepolisian tetap optimal,” jelas Iqbal.
(dhe/pojoksatu)

Categories
Nasional

Berkas Tak Lengkap, Hakim Tunda Mediasi Bank Asing dengan Nasabah WNI

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sidang gugatan perdata nasabah terhadap J Trust Bank dan J Trust Investment kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (29/4)
Dari pihak tergugat, perwakilan J Trust Bank, J Trust Investment serta notaris hadir memenuhi panggilan sidang.
Dalam sidang ini, Majelis Hakim memberikan waktu satu minggu untuk tergugat melengkapi AD/ART.
“Kita belum bisa masuk mediasi, hingga sidang kembali ditunda satu minggu, yakni 6 Mei 2019 dengan catatan pihak tergugat melengkapi berkas administrasi,” kata Majelis Hakim.
Ditemui usai sidang, bagian legal J Trust, Lutfi mengaku akan melengkapi berkas yang diminta majelis pada sidang selanjutnya.
“Sudah Kami lampirkan (AD/ART) Namun ada yang kurang,” ucapnya.
Adapun soal mediasi, perwakilan J Trust Bank meminta sabar dan mengikuti prosenya. “Nanti lah, kita ikuti saja prosesnya,” ucapnya.
Gugatan ini berawal saat Priscillia Georgia merasa diperlakukan semena-mena oleh J Trust Invesment Indonesia. Alih-alih restrukturisasi, J Trus Invesment justru menyita rumahnya.
Priscillia mengatakan, sebagai perusahaan asing yang bergerak di usaha perbankan, seharusnya J Trust tidak semena-mena terhadap nasabah WNI. Tidak sedikit nasabah menderita hal yang sama. Bedanya nilai yang Priscillia perjuangkan Rp 1,8 miliar, sementara yang lain ada yang menyentuh Rp 28-500 miliar.
Priscillia juga telah melayangkan upaya banding atas putusan Pengadilan Negeri Cibinong Kelas 1A Nomor 169/Pdt.Bth/2018/PN.Cbi. Sengketa berawal dari mekanisme pelimpahan kredit KPR dari PT Bank J Trust kepada J Trust Investment Indonesia.
Priscilla menyebutkan bahwa dirinya melaksanakan akad pada 2011 dengan Bank Mutiara dan tidak pernah melibatkan J Trust Investment Indonesia. Akad pun disebut Priscilla dengan skema cicilan Rp 21 juta per bulan.
Dia mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan mengenai pelimpahan kredit dari Bank Mutiara kepada J Trust Investment Indonesia atas piutangnya.
Jumlah piutang Priscilla yang bermula Rp 1,8 miliar menjadi Rp 3,7 miliar dan tuntutan untuk membayar secara cash and carry membuatnya melayangkan gugatan ke PN Cibinong. Priscilla menjelaskan bahwa sebelumnya ia sudah mencicil utangnya total sebesar Rp 300 juta.
Sebelum melayangkan gugatan guna mempertahankan rumahnya, Priscilla mengaku telah melakukan beberapa itikad baik untuk melunasi utangnya, namun tidak disetujui oleh pihak J Trust.
Pihak J Trust tetap berpegang bahwa Priscilla harus membayar cash and carry. Hingga akhirnya pihak J Trust menyebutkan jika Priscillia ingin mengambil kembali rumah tersebut harus membayar Rp 3,7 miliar secara tunai.
(fir/pojoksatu)

Categories
hakim digerebek hakim selingkuh Nasional

Hakim Selingkuh di Rumah Dinas Dipecat, Positif Narkoba

POJOKSATU.id, LAMPUNG – Kehormatan Hakim (MKH) yang dibentuk Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) resmi memecat hakim selingkuh di Lampung.
Hakim berinisial Y itu dipecat dengan tidak hormat karena terbukti membawa masuk dua wanita ke dalam rumah dinas tengah malam hingga digerebek warga setempat.
Selain itu, hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Menggala Lampung itu positif mengkonsumsi narkoba.
“Menjatuhkan sanksi berat kepada terlapor Y berupa pemberhentian tetap dengan tidak hormat karena telah terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim,” ucap Ketua Bidang Rekrutmen Hakin KY Aidul Fitriciada Azhari yang bertindak sebagai ketua majelis saat membacakan putusan, Selasa (30/4/2019).
Hakim Y terbukti melanggar Peraturan Bersama Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Nomor 02/PB/MA/IX/2012 dan Nomor 02/PB/P.KY/09/2012 tentang Panduan Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.
Menurut Aidul, hakim terbukti memasukkan perempuan ke dalam rumah dinasnya di Pengadilan Negeri Menggala pada Jumat dini hari, 18 Januari 2019.
Selain itu, berdasarkan hasil tes urin yang dilakukan BNN Provinsi Lampung, Hakim Y juga terbukti mengonsumsi narkoba jenis metamphetamine.
Kabar pemecatan Hakim Y dibenarkan Humas Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang, Jesayas Tarigan.
“Ya benar, yang bersangkutan diadili di sidang MKH tadi pagi. Di gedung MA yang dipimpin para unsur KY yang diketuai Aidul Fitriciada,” kata Jesayas kepada radarlampung.co.id (grup Jawapos/pojoksatu.id)
Sidang yang juga diwakili Mahkamah Agung (MA) dengan anggota Maria Anna Sumiyati dan Sopian Sitompul itu memutuskan bahwa hakim Y telah bersalah dan diputuskan diberikan pemberhentian tetap dengan tidak hormat.
“Benar bahwa hakim Y dijatuhi oleh MKH untuk dilakukan pemberhentian tetap dengan tidak hormat. Namun, pihak kami juga belum menerima surat putusannya dari MKH,” bebernya.
Diketahui, Y bertugas di Pengadilan Negeri Menggala Lampung dan saat ini telah dibawa ke PT Tanjungkarang untuk ditindaklanjuti kasusnya.
Hakim Y digerebek warga di rumah dinasnya dikarenakan membawa masuk dua wanita ke dalam rumah dinasnya pada Jumat (18/1) dinihari.
(ang/sur/dom)

Categories
Bima Arya Bogor Nasional pendopo bima arya

Pendopo Bima Arya Porak-poranda Diterjang Angin

POJOKSATU.id, BOGOR – Pendopo milik Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang berada di Perumahan Baranangsiang Indah (BSI), Jalan Jatiluhur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, porak-poranda diterjang angin, Selasa siang (30/4/2019).
Ketika dikonfirmasi, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto membenarkan bahwa pendopo miliknya roboh.
“Iya betul,” kata Bima Arya kepada pojokbogor saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.
Menurut Bima, pendopo tersebut memang sudah tua. “Karena pendopo tersebut dibangun pada tahun 1992,” ucapnya.
Sementara itu adik ipar Bima Arya, Emil menjelaskan peristiwa robohnya pendopo terjadi usai salat Dzuhur.
“Kejadiaannya tadi sehabis Dzuhur sekitar pukul 12.30 WIB. Rubuhnya Pendopo tersebut dikarenakan hujan deras disertai angin dan petir yang terjadi dua hari belakang ini,” ucapnya kepada pojokbogor ketika ditemui di rumahnya sore tadi.
Pendopo Bima Arya roboh
Emil mengungkapkan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi pendopo yang sering dipakai untuk kegiatan dan pertemuan tersebut hancur lebur.
“Niat untuk memperbaiki ada, karena pendopo ini penuh dengan kenangan terus dibangun oleh sang ayahnya Pak Bima,” ucapnya.
Pendopo Bima Arya roboh
Menurut Emil, pendopo itu terbuat dari kayu besi yang didatangkan dari Kalimantan.
Emil menjelaskan bahwa pendopo ini bukan rumah yang keenam. Melainkan nomor enam.
“Jadi di lingkup pendopo semuanya kelurga Pak Bima, semuanya masih dalam satu komplek,” terangnya.
(adi/pojokbogor)

Categories
Nasional Situng KPU situng pemilu 2019

Audit Situng KPU, Tim Relawan IT BPN Kembali Temukan 12.550 Kesalahan Input Data Entri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Tim Relawan IT BPN Prabowo-Sandi kembali menemukan ribuan kesalahan entry data dalam aplikasi Situng KPU.
Dalam penemuan kali ini, angkanya jauh lebih besar dibandingkan dengan temuan sebelumnya hanya 9.440 kesalahan.
“Kami sangat terkejut karena hari ini saja kami menemukan 12.550 kesalahan entry data. Jumlah itu kami peroleh dari audit terhadap 190.568 TPS. Jadi kesalahannya sekitar 7 persen,” kata Koordinator Relawan IT BPN Mustofa Nahrawardaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/4).
Menurut Mustofa, kesalahan ini sangat signifikan, bahkan lonjakannya yang sangat tinggi dibandingkan dengan kesalahan sebelumnya.
“Dari audit yang dilakukan tanggal 27-29 April kami hanya menemukan setiap hari rata-rata terjadi 1.000 kesalahan. Sekarang naik drastis,” tuturnya.
Mustofa tambahkan, kesalahan tertinggi tetap didominasi Jawa Barat sebanyak 788 TPS, diikuti Sumatera Utara 740 TPS, Jawa Tengah 736 TPS, Jawa Timur 409 TPS, DKI Jakarta 361 TPS Sulawesi Selatan 252 TPS, dan Yogyakarta 154 TPS.
Dengan jumlah kesalahan yang begitu besar Mustofa mempertanyakan kredibilitas dari Situng KPU.
“Kalau salah kok jumlahnya sangat besar. Apakah tidak ada sistem, maupun quality control sehingga hal itu bisa terjadi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Mustofa mendesak Bawaslu segera turun tangan untuk melakukan audit forensik di situng KPU.
“Kami siap membantu. Semua data kesalahan kami rekam jejak digitalnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Tim IT TKN menemukan 9.440 kesalahan entry dari 172.174 TPS. Kesalahan entry data meliputi selisih suara, jumlah suara melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara.
(fir/pojoksatu)

Categories
Nasional Sri Wahyumi Manalip

Ditangkap KPK, Bupati Talaud Sri Wahyumi Bilang Begini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai diringkus Tim Satgas Penindakan.
Bupati cantik itu tiba sekitar pukul 20.15 WIB dengan mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan KPK dan anggota polisi.
Pantauan JawaPos.com, Sri datang ke lembaga antirasuah mengenakan kemeja batik berwarna biru. Dia pun menutup rambutnya dengan topi berbulu berwarna merah muda.
Ketika ditanya awak media, Sri Wahyumi mengaku bingung tiba-tiba ditangkap oleh penyidik dan langsung dibawa ke gedung KPK yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan.
“Saya bingung karena barang nggak ada saya terima. Tiba-tiba saya dibawa ke sini,” kata Sri saat masuk ke gedung KPK, Selasa (30/4).
Politikus Hanura itu secara tegas membantah menerima suap terkait proyek yang bergulir di wilayahnya. Dia pun mengklaim tidak pernah menerima barang-barang mewah.
“Tidak benar saya terima hadiah. Saya tidak terima barang itu,” tegas Sri.
Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip dalam operasi senyap di Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (30/4).
Dalam operasi ini KPK mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya jam tangah mewah merk Rolex.
“Buktinya antara lain ada yang tas wanita, diserahkan tas wanita kemudian juga ada arloji Rolex,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).
BACA: 18 Fakta Sri Wahyumi Manalip, Bupati Cantik yang Ditangkap KPK
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, penangkapan Sri Wahyumi merupakan bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan yang mulanya dilakukan pada Senin (29/4) jelang tengah malam di Jakarta.
Dalam operasi senyap ini petugas menangkap 4 orang swasta dan kini sudah ada di Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan awal.
Diduga Sri Wahyumi menerima hadiah berupa tas, jam, dan perhiasan berlian yang nilainya ditaksir ratusan juta rupiah. Hadiah ini diberikan terkait pengurusan proyek di Kepulauan Talaud.
(jpc/pojoksatu)

Categories
hakim digerebek Lampung Nasional

Bawa 2 Cewek ke Rumah Dinas, Hakim Y Dipecat Tidak Hormat

POJOKSATU.id, LAMPUNG – Gara-gara bawa 2 cewek ke rumah dinas hingga digerebek warga, hakim Y akhirnya dipecat tidak hormat.
Hakim Y diduga berbuat asusila dengan dua wanita di rumah dinasnya. Saat digerebek warga, hakim Y diduga mabuk dan disebut-sebut tengah berbuat asusila dengan dua wanita.
Hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Menggala, Provinsi Lampung itu resmi dipecat Majelis Kehormatan Hakim (MKH), Selasa (30/4).
Kabar pemecatan itu dibenarkan Humas Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang Jesayas Tarigan.
“Ya benar, yang bersangkutan diadili di sidang MKH tadi pagi. Di gedung MA yang dipimpin para unsur KY yang diketuai Aidul Fitriciada,” kata Jesayas kepada radarlampung.co.id (grup Jawapos/pojoksatu.id)
Sidang yang juga diwakili Mahkamah Agung (MA) dengan anggota Maria Anna Sumiyati dan Sopian Sitompul itu memutuskan bahwa hakim Y telah bersalah dan diputuskan diberikan pemberhentian tetap dengan tidak hormat.
“Benar bahwa hakim Y dijatuhi oleh MKH untuk dilakukan pemberhentian tetap dengan tidak hormat. Namun, pihak kami juga belum menerima surat putusannya dari MKH,” bebernya.
Untuk itu, pihaknya juga masih menunggu surat putusan pemberhentian tidak dengan hormat terhadap hakim Y.
“Saat ini belum menerima (surat) putusan itu. Dan kami masih menunggu,” tuturnya.
Diketahui, Y bertugas di Pengadilan Negeri Menggala dan saat ini telah dibawa ke PT Tanjungkarang untuk ditindaklanjuti kasusnya.
“Sudah ditindaklanjuti. Untuk nama lengkapnya kami belum bisa membeberkan karena tidak diperkenankan menyebut namanya karena kita saat ini masih menjunjung tinggi praduga tidak bersalah,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Y digerebek warga di rumah dinasnya dikarenakan membawa masuk dua wanita ke dalam rumah dinasnya pada Jumat (18/1) dinihari.
(ang/sur/dom)

Categories
Nasional pembobol atm polres semarang

Polisi Tangkap Spesialis Pembobol ATM di Semarang, Ini Pengakuan Pelaku

POJOKSATU.id, JATENG- Spesialis pembobol ATM, Andy Lala, warga Lampung berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Semarang.
Andy ditangkap karena telah melakukan pembobolan ATM CIMB yang ada di Indomaret Jl Ahmad Yani Ungaran beberapa waktu lalu. Dia bersama kawanan lain pembobol ATM di Palembang.
“Kelompok pembobol ATM ini berganti-ganti. Saat kami tangkap, pelaku ini sedang bersama dua temannya yang juga melakukan aksi pembobolan ATM di daerah lain. Kami indikasikan pelaku yang kami tangkap ini tidak hanya membobol di ATM Ungaran tapi juga pernah di daerah lain,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP David Widya Dwihapsoro di Ungaran, Selasa (30/4).
Kelompok pembobol ATM di Ungaran ini terdiri dari lima orang yang tugasnya berbeda-beda.
Mereka melancarkan aksi sangat cepat, hanya beberapa hari Erman yang tinggal di Karangjati Kecamatan Bergas mencari lokasi sasaran dan menyediakan peralatan las dan sarana lain untuk membobol.
Setelah ditentukan target, kelima kawanan ini berangkat aksi dari rumah Erman ke target lokasi. Sekitar pukul 01.30 dini hari mereka menjebol atap Indomaret.
Kemudian Erman dan Andi memasukkan mesin las, sementara Dedy mengelas mesin ATM hingga membuka kotak uang berisi Rp 140 juta.
“Mereka juga mengambil beberapa kardus rokok dari dalam toko,” pungkasnya.
David menyatakan penangkapan ini berdasarkan beberapa petunjuk seperti CCTV dan petunjuk lain untuk mengetahui para pelaku.
“Saat ini baru satu orang tersangka, sementara empat tersangka masih dalam pengejaran kami,” ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Andi dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.
Polisi juga mengamankan alat las dan perlengkapan lain seperti, linggis, tang, dan obeng.
Andi mengaku sudah dua kali melancarkan aksi bobol ATM, diantaranya di Magelang dan di Ungaran.
“Baru dua kali, tugas saya menjaga situasi dan memasukkan alat las ke dalam toko,” ujarnya.
(dhe/pojoksatu/rmol)

Categories
bupati talaud bupati talaud ditangkap kpk Nasional

Banyak Barang Mewah Jadi Bukti, Bupati Cantik Talaud Sengotot Ini Bantah Korupsi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai diringkus Tim Satgas Penindakan.
Dia tiba sekitar pukul 20.15 WIB dengan mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan KPK dan anggota polisi.
Pantauan JawaPos.com, Sri datang ke lembaga antirasuah mengenakan kemeja batik berwarna biru. Dia pun menutup rambutnya dengan topi berbulu berwarna merah muda.
BACA: Foto-foto Sri Wahyumi Manalip, Bupati Cantik yang Ditangkap KPK
Ketika ditanya awak media, Sri Wahyumi mengaku bingung tiba-tiba ditangkap oleh penyidik dan langsung dibawa ke gedung KPK yang berada di Kuningan, Jakarta Selatan.
“Saya bingung karena barang nggak ada saya terima. Tiba-tiba saya dibawa ke sini,” kata Sri saat masuk ke gedung KPK, Selasa (30/4).
Politikus Hanura itu secara tegas membantah menerima suap terkait proyek yang bergulir di wilayahnya. Dia pun mengklaim tidak pernah menerima barang-barang mewah.
“Tidak benar saya terima hadiah, Saya tidak terima barang itu,” tegas Sri.
BACA: Barang Mewah Milik Bupati Cantik Disita KPK, Segini Nilainya
Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip dalam operasi senyap di Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (30/4).
Dalam operasi ini KPK mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya jam tangah mewah merk Rolex.
“Buktinya antara lain ada yang tas wanita, diserahkan tas wanita kemudian juga ada arloji Rolex,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, penangkapan Sri Wahyumi merupakan bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan yang mulanya dilakukan pada Senin (29/4) jelang tengah malam di Jakarta.
Dalam operasi senyap ini petugas menangkap 4 orang swasta dan kini sudah ada di Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan awal.
Diduga Sri Wahyumi menerima hadiah berupa tas, jam, dan perhiasan berlian yang nilainya ditaksir ratusan juta rupiah. Hadiah ini diberikan terkait pengurusan proyek di Kepulauan Talaud.
(kus/jpc/pojoksatu)

Categories
Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip Nasional sri wahyumi maria manalip

Barang Mewah Milik Bupati Cantik Disita KPK, Segini Nilainya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengitung nilai barang yang diterima bupati cantik, Sri Wahyuni Maria Manalip dari pihak swasta. Nilainya mencapai Rp 500 juta.
“Sejauh ini kami mengamankan sejumlah barang dan uang dengan total nilai lebih dari Rp 500 juta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4).
Febri mengatakan, uang Rp 500 juta berdasarkan penghitungan barang dan uang yang diamankan.
Penghitungan berasal dari dua tas bernilai lebih dari Rp 100 jutaan, 1 jam tangan dengan harga Rp 200 jutaan, sisanya anting dan cincin berlian.
KPK belum merinci detil perkara yang menjerat Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara itu.
Febri mengatakan, detil perkara akan disampaikan dalam konferensi pers. Namun, peneriman bupati cantik itu diduga bukanlah yang pertama serta berkaitan proyek tertentu.
“Kami menduga pemberian tersebut terkait dengan proyek pembangunan pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud,” ucap Febri.
Febri menambahkan, dari 6 tersangka, 5 sudah berada di Gedung KPK. Sementara itu, sang kepala daerah sedang dalam perjalanan menuju KPK.
“Tim sedang membawa Kepala Daerah di Manado yang sekitar 18.30 WIB tadi telah mendarat di Bandara Soekarno Hatta,” ungkap mantan peniliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.
Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip dalam operasi senyap di Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (30/4).
Dalam operasi ini KPK mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya jam tangah mewah merk Rolex dan perhiasan berlian.
“Buktinya antara lain ada yang tas wanita, diserahkan tas wanita kemudian juga ada arloji Rolex,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, penangkapan bupati cantik Sri Wahyumi merupakan bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan yang mulanya dilakukan pada Senin (29/4) jelang tengah malam di Jakarta.
Dalam operasi senyap ini petugas menangkap 4 orang swasta dan kini sudah ada di Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan awal.
Diduga Sri Wahyumi menerima hadiah berupa tas, jam, dan perhiasan berlian yang nilainya ditaksir ratusan juta rupiah. Hadiah ini diberikan terkait pengurusan proyek di Kepulauan Talaud.
(jpc/pojoksatu)