Ibunda Vera Curhat, Anaknya Mau Puasa Malah Dimutilasi di Hotel

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Pembunuhan kasir Indomaret, Vera Oktaviana (20) di kamar hotel sempat menimbulkan spekulasi beragam di media sosial. Vera dituding sebagai wanita yang kurang baik karena cek in di hotel bersama pacarnya.
Namun tudingan miring ini dibantah keras oleh keluarga korban. Keluarga menyebut Vera adalah gadis baik-baik dan pekerja keras.
Korban dan pacarnya, Deri Permana (DP) bertemu di penginapan lantaran jarang bertemu. Pasalnya, antara korban dan pacarnya sama-sama sibuk dengan tugas masing-masing.
Vera sibuk bekerja sebagai kasir Indomaret. Ia juga kuliah di Jurusan Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Ia pulang ke Palembang karena proses perkuliahan baru dimulai pada September 2019 mendatang.
Saat pulang ke Palembang, Vera iseng-iseng melamar kerja di Indomaret dan diterima. Awalnya, dia hanya magang dan baru satu bulan ini diangkat sebagai karyawan Indomaret di Jala Sudirman Palembang.
Sedangkan pacar Vera, Deri Pertama yang diduga sebagai pelaku pembunuhan, tengah menjalani pendidikan militer di Dandodiklatpur Baturaja. Deri baru saja diterima sebagai anggota TNI.
Ibunda Vera Oktaria, Suhartini (54) mengatakan, anaknya adalah gadis baik-baik. Pada malam sebelum dimutilasi, anaknya sudah mempersiapkan diri untuk puasa.
“Anak saya gadis yang patuh sama orang tua, mau bekerja. Nah, malam itu mau puasa kata temannya di Indomaret. Dia sempat beli sirup, minyak goreng dan gula untuk dibawa pulang,” ucap Suhartini, Sabtu (11/5).
“Jadi dak katik rencano nak kemano-mano, memang mau pulang,” cetus wanita yang akrab disapa Bu Tini itu.
Tini mengakui bahwa anaknya kenal dengan Deri Permana sudah lama. Bahkan sejak SMP.
Dikatakan Tini, semula Vera dan Deri Permana hanya teman sekolah, kemudian pacaran. Dan baru satu tahun belakangan lebih serius.
Kebaikan Vera juga diamini seniornya di Indomaret, Arina. Kepala Toko ini menyebut Vera adalah karyawan yang cekatan.
“Vera itu orangnya baik, cekatan dalam bekerja, kinerjanya baguslah. Jadi syok ketika mendengar kabar ini,” ucap Arina kepada sumeks.co (grup Jawa Pos/pojoksatu.id).
“Memang dia itu orangnya tertutup, terlebih lagi tentang kehidupan pribadinya,” tambah Arina.
Arina dan rekan-rekannya juga tak menyangka kalau ternyata Vera menjadi korban pembunuhan sadis yang diduga dilakukan oleh orang terdekatnya itu.
Diterangkan Arina, saat pamit pulang kerja pada Selasa (7/5) sekitar pukul 22.30 WIB, Vera tampak sendirian menggunakan sepeda motor Beat miliknya tanpa mengenakan helm.
Seperti diberitakan, jenazah Vera ditemukan tanpa busana dan sudah membusuk di dalam kamar penginapan Sahabat Mulya, Jalan Hindoli, RT 5, RW 3, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, Sumsel, Sabtu (11/5).
Korban diduga dibunuh oleh pacarnya tiga hari sebelum mayatnya ditemukan. Mayat Vera sudah mengeluarkan bau tak sedap dan hanya ditutup selimut. Bagian tangannya sudah terpotong.
(jul/sumeks/pojoksatu)