11 Wanita Direndam di Kolam Lumpur Dekat Kantor Bupati, Kenapa?

POJOKSATU.id, WAMENA – Sebanyak 11 wanita direndam di kolam lumpur berukuran besar yang berada di samping kiri halaman kantor Bupati Jayawijaya, Papua.
Para wanita berendam di kolam lumpur disaksikan warga sekitar. Selain 11 wanita, tampak pula tiga laki-laki yang ikut berendam.
Usut punya usut, 11 wanita bersama tiga pria yang direndam di kolam lumpur itu ternyata PSK dan mucikari. Mereka direndam di kolam lumpur pada Senin (11/3).
Para PSK dan mucikari itu terjaring dalam razia yang dilakukan oleh jajaran kepolisian dari Polsek Wamena Kota.
Polisi menangkap 11 PSK tersebut di dua tempat berbeda yaitu di Pertigaan Pikey dan Hom-Hom. Seorang pelanggan yang merupakan pelajar kelas II salah satu SMA di Wamena ikut diamankan.
Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan, pemilik kios yang dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung tersebut juga diamankan.
“Sangat disayangkan, ada anak sekolah yang ditangkap. Tapi belum sampai berbuat sudah diamankan karena terjaring dalam razia,” ucapnya.
Kapolres mengatakan PSK itu ditangkap oleh aparat dari Polsek Kota Wamena dan digiring ke kolam lumpur. Kolam tersebut memang biasanya menjadi tempat pemberian sanksi sosial bagi pelaku pembuat minuman keras dan penyebar penyakit sosial lainnya.
Di tempat yang sama Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan sudah menjadi komitmen aparat dan pemerintah untuk memberantas penyakit sosial seperti PSK dan peredaran minuman keras yang memang tidak diizinkan di daerah itu.
(cepos/one/pojoksatu)