Polisi: Penetapan Tersangka Slamet Ma’arif Sudah Sesuai Hasil Kajian

POJOKSATU.ID, JAKARTA- Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta dalam kasus tabligh akbar di Surakarta.
Status tersangka tersebut terlampir dalam surat pemanggilan yang dikeluarkan Polresta Surakarta, tertanggal 9 Februari 2019.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif itu sudah melalui proses kajian para penyidik.
“Kita tidak bekerja sendiri tapi terus berkoordinasi dengan Bawaslu. Karena di situ ada Gakkumdu, Polri, dan Kejaksaan,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/2).
Karena itu, kata Dedi, jika yang bersangkutan merasa keberatan prihal penetapan tersangka itu. Maka, pihaknya memperkenankan menyampaikan keberatan tersebut.
“Semua berproses sesuai hukum. Kita menjunjung persamaan sama di mata hukum,” ungkapnya.
“Kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak menyampaikna keberatan- keberatannya silahkan asal tetap koridor hukum,” ungkapnya.
Sebelumnya, beredar surat pemanggilan Slamet Ma’arif sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Surakarta.
“Untuk: Menghadap IPTU Catur Agus Y.P., SH, MH, Ipda Supran Yogatama, SHJ, MM, MH, atau Aiptu M. Ichwan, SH di Posko Gakkumdu Polres Surakarta Jl. Adi Sucipto No.2 Surakarta pada hari Rabu tanggal 13 Februari 2019 pukul 10.00 WIB, untuk dimintai keterangan selaku tersangka,” demikian bunyi surat tersebut.
Surat pemeriksaan ditandatangani Kompol Adli selaku penyidik, atas nama Kapolres dan Kepala Reskrim Polres Surakarta.
Dalam surat panggilan bernomor: S.Pgl/48/II/2019/Reskrim itu, Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu, kampanye pemilu di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).
(fir/pojoksatu)