Orang Kepercayaan Fahmi Beberkan Kongkalikong Napi Korupsi-Lapas Sukamiskin

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kebobrokan Lapas Sukamiskin terkait narapidana sakit dan keluar dari lapas terungkap di persidangan lanjutan kasus suap terhadap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Hussein.
Sidang lanjutan tersebut menghadirkan Andri Rahmat selaku napi pendamping Fahmi Darmansyah di Lapas Sukamiskin.
Andri mengungkap, bahwa sekitar 80 persen narapidan yang menyatakan sakit adalah sebuah kebohongan.
Nyatanya, hanya 20 persen saja narapidana yang benar-benar sakit.
“Sewaktu Wahid Husein menjabat Kalapas maupun Kalapas sebelumnya, dari seluruh izin sakit yang dikeluarkan pihak Lapas Sukamiskin, hanya 20 persen yang narapidananya benar-benar sakit,” beber Andri diruang Sidang V Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (11/2).
Pengakuan Andri terkait izin sakit tersebut diungkapkan saat jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan soal isi berita acara pemeriksaan (BAP) Andri.
Dalam BAP, Andri mengakui bahwa izin sakit yang dikeluarkan petugas Lapas Sukamiskin 20 persen benar-benar sakit dan 80 persen lainnya tidak sakit.
“Saksi, 20 dan 80 persen izin sakit ini maksudnya apa? Tolong dijelaskan,” kata JPU.
Andri lalu menjelaskan bahwa 20 persen izin sakit itu dikeluarkan karena napi korupsi yang mendapatkan izin tersebut benar-benar sakit.
“Sedangkan 80 persennya hanya kontrol atau cek kesehatan. Yang 80 persen tidak sakit, hanya kontrol saja,” beber Andri.