Orang Kepercayaan Fahmi Beberkan Ada Bisnis ‘Esek-esek’ di Lapas Sukamiskin

POJOKSATU.id, BANDUNG – Fakta mencengangkan adanya saung dan bilik asmara di dalam Lapas Sukamiskin terungkap dalam persidangan lanjutan kasus suap mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Hussein, Senin (11/2) di Pengadilan Tipikor Bandung.
Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi Andri Rahmat, selaku napi pendamping Fahmi Darmansyah di dalam Lapas Sukamiskin.
Andri membeberkan, bahwa saung dan bilik asmara tersebut dikelola oleh dirinya sendiri.
Selain bertanya soal izin sakit, JPU juga menanyakan tentang saung mewah dan bilik asmara yang pernah berdiri di dalam Lapas Sukamiskin.
“Apakah Anda yang mengelola saung dan bilik asmara itu?” tanya jaksa.
BACA: Orang Kepercayaan Fahmi Beberkan Kongkalikong Napi Korupsi-Lapas Sukamiskin
Lalu Andri Rahmat menjawab, bahwa benar fasilitas ‘esek-esek’ itu dikelola olehnya.
“Kami yang mengelola. Membersihkan dan merawat saung itu,” papar Andri di ruang Sidang V Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (11/2).
Selain mengelola, Andri mengaku pernah diminta untuk mencarikan pekerja untuk membangun saung.
“Dari pengelolaan itu, kami diberi upah. Begitu juga bilik asmara, uang sewanya dikelola oleh saya dan kawan-kawan,” beber Andri.
JPU KPK lalu mencecar kembali.
“Dalam BAP Anda, disebutkan bahwa Anda mengelola uang saung?” tanya JPU.