Kasus Pose Satu Jari Ridwan Kamil Dihentikan: Bawaslu Jabar, karena Tidak Ada Unsur Pelanggaran

POJOKSATU.id, BANDUNG-  Pose satu Jari Gubernur Jabar Ridwan Kamil, akhirnya dihentikan oleh
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar.
Bawaslu Jabar menilai kasus tersebut tidak ada unsur pelanggaran.
Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan mengatakan bahwa hasil rapat, dan temuan tim di lapangan tak menemukan pelanggaran.
“Kemarin sudah pembahasan di kita, hasil pengawasan tidak menemukan pelanggaran dan dari hasil pemeriksaan awal oleh Bawaslu RI juga tidak dapat diregister (laporannya), kita berkesimpulan tidak ada unsur yang dilanggar,” kata Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, kapada wartawan, Senin (11/2).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilaporkan ke Bawaslu soal pose satu jari oleh Wakil Koordinator Aliansi Anak Bangsa (AAB) Azam Khan.
Emil dilaporkan atas dasar adanya pelaporan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kasus serupa, yakni kepala daerah diduga menunjukan gestur dukungan ke salah satu paslon Pilpres 2019.
Abdullah menyatakan, pose satu jari yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Bandung itu tidak ada unsur pelanggaran kampanye.
“Tak ada unsur pelanggaran yang dilakukan kepala daerah. Pasalnya, kegiatan Emil itu dilakukan saat hari libur, bukan Hari kerja,” terangnya.
Untuk hasil pengawasan juga tidak ada unsur yang dilanggar.
“Dengan begitu, pihaknya memutuskan untuk menghentikan kasus pose satu jari tersebut,” jelasnya.
Seperti diketahui, , video Emil mengacungkan 1 jari sempat viral di media sosial,  lalu memberi penjelasan soal pose itu dan mengapa dirinya tidak diperiksa Bawaslu.
Emil beralasan, pose 1 jari itu tidak terkait dengan Pilpres, melainkan nomor urut PKB. Selain itu, berbeda dengan Anies, pose itu dilakukan di akhir pekan saat menghadiri Festival PKB Jabar for 2019 di Gor Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (2/1).
(arf/pojoksatu)