Komnas HAM Pastikan Penyerangan Novel Baswedan Direncanakan dan Sistematis, Ini Deretan Buktinya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan bahwa kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dilakukan secara terencana dan sistematis.
Hal itu sebagaimana diungkap dalam hasil laporan penyelidikan Komnas HAM yang dilakukan sejak Februari 2018 lalu.
Dalam penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Komnas HAM juga sudah diatur sedemikian rupa.
Pasalnya, didapati ada pihak yang berperan sebagai perencana, pengintai sampai eksekutor.
“Saudara Novel mengalami tindakan kekerasan yang diduga direncanakan dan sistematis yang melibatkan beberapa pihak yang masih belum terungkap,” kata Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga, di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (21/12).
Komnas HAM Blak-blakan, Ada Pihak Halangi Penyelidikan Kasus Novel Baswedan, Ini Cirinya
Komnas Ham juga mengaku telah menemukan bukti permulaan yang cukup atas pelanggaran sejumlah hak dalam kasus Novel.
Diantaranya, hak atas rasa aman, hak untuk diperlakukan sama di muka hukum dan hak atas perlindungan HAM.
“Serta hak kebebasan dasar tanpa diskriminasi sebagaimana dijamin dalam konstitusi dan undang-undang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Komnas HAM melalui Tim Pemantauan Proses Hukum kasus Novel Baswedan juga telah menyerahkan laporan akhir tim kepada Polri dan KPK.
“Komnas HAM telah menyerahkan Laporan Akhir Tim kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia melalui Wakil Kapolri pada hari Jumat, 21 Desember 2018 dan berencana untuk menyerahkan Laporan yang sama kepada Pimpinan KPK pada hari yang sama,” pungkasnya.
Sementara, Komisioner Komnas HAM Chairul Anam memastikan adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja menghalang-halangi proses penyelidikan kasus teror yang terjadi pada 11 April 2017 lalu.