Sinyal Tri Rismaharini Maju Pilkada DKI 2022 Makin Benderang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini terus dikait-kaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang.
Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan itu dianggap cukup mumpuni untuk menyelesaikan berbagai permasalah yang terjadi di Ibukota.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono enggan berspekulasi.
BACA: Tri Rismaharini Bakal Bikin Anies Baswedan Panas-dingin, Unggul Banyak
Hanya saja, pihaknya memastikan akan menyiapkan kader terbaik untuk ditarungkan dengan Anies Baswedan yang besar kemungkinan maju kembali sebagai calon petahana.
Sampai saat ini, kata Gembong, PDIP juga sama sekali masih belum ada pembicaraan mendalam terkait lokasi penempatan kader.
Termasuk memboyong Tri Rismaharini ke DKI Jakarta.
“Belum sampai disitu. Prinsip dasarnya adalah, partai menyiapkan kader terbaiknya. Tapi belum sampai tataran kita mau menempatkan di mana,” kata Gembong, Rabu (21/8/2019).
BACA: DKI Makin Memprihatinkan Ditinggal Ahok, Tri Rismaharini Gantikan Anies, Setuju?
Ia menjelaskan, untuk menempatkan kader PDIP di Pilkada DKI Jakarta tentunya harus melalui banyak pertimbangan yang matang.
Semisal pemahaman kompleksitas permasalahan DKI sampai kecocokan figur dengan hati para pemilih.
“Karena ketika pilkada langsung kan figur sangat menentukan selain partai politiknya. Tentunya partai akan menyiapkan kader terbaiknya,” jelasnya.

Tri Rismaharini Bakal Bikin Anies Baswedan Panas-dingin, Unggul Banyak

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini tengah jadi perbincangan publik. Ia pun dikait-kaitkan menjadi sosok yang pantas memimpin DKI Jakarta.
Terlebih, Tri Rismaharini hanya tinggal menyisakan satu tahun lagi untuk menuntaskan jabatannya sebagai orang nomor satu di Surabaya selama dua periode.
Hal itu diamini PDIP yang membuka peluang untuk mengusung Emak’e Arek-arek Suroboyo itu menantang Anies Baswedan di Pilkada DKI 2022 mendatang.
BACA: DKI Makin Memprihatinkan Ditinggal Ahok, Tri Rismaharini Gantikan Anies, Setuju?
Masuknya nama perempuan yang akrab disampa Risma dalam bursa Pilkada DKI itu ditanggapi positif pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti.
Bahkan, ia meyakini, sosok perempuan yang pernah dinobatkan sebagai satu dari tiga Walikota terbaik se-dunia itu bisa membuat membuat Anies panas-dingin.
Alasannya, Risma memiliki pesona yang luar biasa menilik para keberhasilannya memimpin Kota Pahlawan selama ini.
“(Risma) lumayan sih menurut saya. Itu bisa jadi saingan kuat Anies Baswedan,” kata Ray Rangkuti dikutip PojokSatu.id dari JawaPos.com, Rabu (21/8/2019).
BACA: Sstt…Megawati Sudah Beri Tugas Khusus untuk Tri Rismaharini, Menteri Jokowi?
Di sisi lain, selama memimpin Ibukota, Anies Baswedan dinilai tak kungjung menunjukkan kinerja yang cukup membanggakan warga DKI.
Akibatnya, elektabilitas Anies Baswedan juga tak kunjung terangkat alias stagnan.
Apalagi, sorotan tajam yang dialamatkan kepada mantan anak buah Jokowi itu lantaran menerbitkan IMB di pulau reklamasi.

Bumil Diberi Obat Kadaluarsa Lapor Polisi, Apoteker Puskesmas Kamal Muara Diperiksa, Hasilnya…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ibu hamil yang diberi obat kadaluarsa oleh Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara, Novi Sri Wahyuni (21) tak terima.
Ia pun memilih melaporkan permasalahan itu ke Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.
Atas laporan tersebut, pihak apoteker Puskesmas Kamal Muara pun dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
BACA: Dinkes DKI Jakarta Ngaku Puskesmas Kamal Muara Beri Bumil Obat Kadaluarsa, tapi Baru Sehari
Demikian disampaikan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, Rau (21/8/2019).
Selain itu, polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi lainnya. Di antaranya suami korban dan pihak Puskesmas setempat.
Dari hasil pemeriksaan sementara, didapati adanya dugaan kelalaian yang dilakukan puskesmas terkait pemberian obat.
“Sehingga pada saat ada orang yang menebus obat itu masih tercampur dengan obat yang sudah kadaluarsa,” ujarnya.
BACA: Dua Minggu Kerja, Pengasuh Aniaya Bayi Umur Dua Bulan Hingga Terluka Parah
Obat kadaluarsa tersebut harusnya didisposal atau dimusnahkan lantaran sudah kadaluwarsa.
“Sehingga saat obat itu diberikan pada korban ini adalah memang obat yang sudah kadaluarsa,” lanjut Budhi.
Sampai saat ini, lanjut Budhi, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit.

Dinkes DKI Jakarta Ngaku Puskesmas Kamal Muara Beri Bumil Obat Kadaluarsa, tapi Baru Sehari

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengakui bahwa obat yang diberikan Puskesmas Kamal Muara, Jakarta Utara, kepada seorang ibu hamil (bumil) adalah kadaluarsa.
Akan tetapi, ia menyebut bahwa obat yang merupakan vitamin B12 yang diberikan kepada Novi Sri Wahyuni (21) itu baru sehari lewat kadaluarsa.
Widyastuti menyebut, obat itu diberikan kepada pasien setelah menjalani pemeriksaan untuk mengurangi keluhan pada 13 Agustus 2019.
BACA: Dua Minggu Kerja, Pengasuh Aniaya Bayi Umur Dua Bulan Hingga Terluka Parah
“Terdiri dari Vitamin B6, B12, Asam Folat dan Kalsium,” kata Widyastuti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/8/2019).
Sayangnya, obat itu baru diketahui sudah kadaluarsa setelah Novi mengonsumsi dua tablet.
“Keluarga lalu melaporkan ke Puskesmas Kamal Muara dan langsung ditindaklanjuti,” lanjutnya.
Sebagai tidak lanjut, Puskesmas Kamal Muara lantas memeriksakan Novi ke Rumah Sakit BUN 15 Agustus 2019 lalu.
BACA: Mahasiswi Akhir Jurusan Pertanian Ditemukan Bunuh Diri
Hasilnya, ibu hamil itu dinyatakan masih dalam keadaan sehat.
Widya memastikan, Puskesmas Kamal Muara memiliki apoteker dengan izin terintegrasi serta Standar Prosedur Operasional (SPO).
“Tujuannya menghindari beredarnya obat kedaluwarsa,” jelasnya.

Akses Internet di Papua Diblokir

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah pecah kerusuhan di Fakfak, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) RI kembali melakukan pemblokiran data komunikasi di Papua dan Papua Barat, Rabu (21/8).
Hal ini menyusul beredarnya kabar hoax mengenai kerusuhan yang terjadi di kawasan Fakfak, Papua Barat.
Demikian disampaikan Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (21/8).
BACA: Rusuh Timika, 45 Orang Ditangkap, 15 Aktivis Pro Kemerdekaan Papua
“Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran sementara layanan data telekomunikasi,” jelasnya.
Hal itu dilakukan Kemkominfo usai melakukan kordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Pemblokiran tersebut dimulai hari ini hingga waktu yang belum ditentukan.
“Pembliokiran mulai Rabu (21/8) hingga suasana tanah Papua kembali kondusif dan normal,” sambungnya.
BACA: Setelah Fakfak, Timika Rusuh, Begini Kronologisnya
Sebelumnya Kemkominfo juga sempat melakukan pelambatan akses bandwith di Manokwari, Jayapura dan beberapa wilayah lainnya pada Senin (19/8).
Akan tetapi, akses internet sudah kembali normal pada malam harinya.
Sementara, Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyatakan, kondisi di Manokwari, Sorong, Jayapura dan sejumlah wilayah lainnya di Papua dan Papua Barat sudah mulai kondusif.

MUI Maunya Laporan Polisi Terhadap UAS Dicabut Saja

POJOKSATU.id, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap agar polemik terkait ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) tak lagi diperpanjang.
Bahkan, MUI juga berharap agar laporan polisi yang sudah dilayangkan terhadap dai kondang itu dicabut saja.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (MUI) Masduki Baidlowi kepada wartawan di gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
BACA: MUI Ingin UAS dan Umat Kristiani Berdamai
Masduki menyatakan, dengan membawa masalah ini ke ranah hukum, sejatinya hanya akan melahirkan masalah baru.
Salah satu di antaranya adalah saling mempolisikan dari kedua belah pihak.
“Harapannya supaya tidak ada gugatan balasan dari pihak yang lain,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya juga berharap friksi yang terjadi bisa dihilangkan dengan saling mencabut laporan polisi.
BACA: Pesan MUI untuk Ustadz Abdul Somad Jelas: Jangan Ceramah Berpotensi Penisataan Agama
“Kemudian kalau dicabut (laporan polisi) ya lebih bagus,” harapnya.
Karena itu, lanjutnya, MUI akan secepatnya melakukan silaturahmi ke beberapa tempat dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.
“Kita jelaskan langkah-langkah Bapak Abdul Somad ini akan kita selesaikan tidak di ranah hukum,” harapnya.

Dua Minggu Kerja, Pengasuh Aniaya Bayi Umur Dua Bulan Hingga Terluka Parah

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kesal lantaran si bayi kerap menangis, seorang asisten Rumah Tangga (art) berinisial KN (27) tega melakukan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia 2 bulan.
Peristiwa itu terjadi di rumah majikannya di jl Waru Kalideres Jakarta Barat, Minggu (18/8).
“Pelaku melakukan penganiayaan dengannya cara mencubit, mencakar sampai menimbulkan luka pada bagian seluruh tubuh bayi,” kata Kapolsek Kalideres Akp Indra Maulana, Rabu (21/8).
Pelaku baru bekerja selama 2 minggu dan ternyata pelaku tidak memiliki latar belakang sebagai pengasuh bayi.
Saat ini kondisi korban sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit swasta di Jakarta Barat.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
KPAI Maryati Soleha mengapresiasi kepolisian yang sudah bergerak cepat mengamankan pelaku.
Kondisi fisik korban yang masih bayi jika tidak mendapatkan penanganan serius, maka akan mengakibat fatal.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar dapat memilih pengasuh bayi yang berpengalaman dan memiliki riwayat jelas,” kata Maryati
(dhe/pojoksatu)

MUI Ingin UAS dan Umat Kristiani Berdamai

POJOKSATU.id, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghendaki agar polemik ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dianggap menyinggung umat Kristiani disudahi.
Selain itu, MUI juga berharap agar tidak ada lagi friksi antara dai kondang itu dengan umat kristiani di Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi kepada wartawan di gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
BACA: Pesan MUI untuk Ustadz Abdul Somad Jelas: Jangan Ceramah Berpotensi Penisataan Agama
Masduki menyatakan, usai pertemuan dengan UAS, MUI akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak lainnya.
Utamanya dengan organisasi kemasyarakatan Kristiani yang selama ini merasa tersinggung dengan ceramah UAS. Rencananya, hal itu akan mulai dilakukan MUI.
Langkah tersebut merupakan uapya mediasi sekaligus untuk mederam ketegangan di tengah masyarakat.
“Harapannya supaya tidak ada gugatan balasan dari pihak yang lain,” katanya.
BACA: UAS Ditanya Tanggapannya soal Pelaporan Polisi, yang Jawab Malah Pengawalnya
Lebih lanjut, pihaknya juga berharap friksi yang terjadi bisa dihilangkan dengan saling mencabut laporan polisi.
“Kemudian kalau dicabut (laporan polisi) ya lebih bagus,” harapnya.
Menurutnya, apa yang terjadi saat ini sepatutnya dijadikan pelajaran dan peringatan bagi ulama lainnya.

Mahasiswi Akhir Jurusan Pertanian Ditemukan Bunuh Diri

POJOKSATU.id, ACEH- Mahasiswi Fakultas Pertanian Unsyiah asal Gampong Kuta Trieng Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Lia Yulrifa (25) ditemukan gantung diri di rumah kontrakannya di kawasan Menasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (21/8).
Korban ditemukan pertama kali oleh teman satu kamarnya Putri Eliza (19) adik sepupu korban yang juga mahasiswi UIN Ar-Raniry asal Nagan Raya sekira pukul 13.00 WIB.
“Saya baru pulang ke rumah karena sejak sebulan terakhir saya tinggal di asrama UIN, Sedangkan dia (korban) tidur sendiri di rumah,” ujar Putri, dilansir anteroaceh.
“Ketika membuka pintu rumah saya menemukan dia dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamar,” tambahnya.
Jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
“Saat ini masih di rumah sakit, kemungkinan jasadnya akan dibawa pulang ke Nagan Raya,” ujarnya.
Menurut keterangan Putri, korban saat ini sedang menyusun skripsi dan akan menikah di Nagan Raya dalam waktu dekat
(dhe/pojoksatu)

Pesan MUI untuk Ustadz Abdul Somad Jelas: Jangan Ceramah Berpotensi Penisataan Agama

POJOKSATU.id, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar Ustadz Abdul Somad (UAS) lebih berhati-hati dalam menyampaikan ceramahnya.
Utamanya, menghindari ceramah yang berpotensi membuatnya digugat dengan pasal penistaan agama lantaran ada pihak yang tersinggung dengan isi ceramahnya.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi kepada wartawan di gedung MUI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
BACA: UAS Ditanya Tanggapannya soal Pelaporan Polisi, yang Jawab Malah Pengawalnya
“Agar tidak terulang seperti yang sebelumnya, maka jangan kita masuk ke wilayah itu,” saran dia.
Akan tetapi, jika kemudian dai kondang itu dipolisikan dengan tuduhan penistaan agama, MUI tak bisa berbuat apa-apa.
“Pasal penistaan itu kan wilayahnya norma ya. Kalau soal norma kan kami tidak punya kewenangan apa-apa,” lanjutnya.
Sementara, Sekjen MUI Anwar Abbas menyampaikan bahwa pertemuan dengan Ustadz Abdul Somad merupakan tabayyun untuk mendengarkan klarifikasi terkait video ceramahnya yang viral.
BACA: UAS Tegas Tolak Minta Maaf: Ini Ajaran Saya
“Seperti kita ketahui, banyak dibicarakan hal-hal berkaitan dengan beliau. Oleh karena itu kami melakukan tabayyun,” ucap Anwar Abbas kepada wartawan.
Anwar menuturkan, pihaknya sendiri sudah memiliki kesimpulan terkait apa yang sebenarnya terjadi.
“Tadi kami sudah berdiskusi dengan beliau (UAS), dan kami sudah bisa menyimpulkan kira-kira seperti apa yang terjadi,” ucapnya.