Serunya Ngabuburit Bareng Komunitas Jurnalis Berhijab dan Komunitas Tasawuf di Kolong Jembatan Tebet

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kolong jembatan di dekat Stasiun Tebet, Jakarta Selatan menjadi pilihan Komunitas Junalis Berhijab (KJB) bersama Komunitas Tasawuf Underground ngabuburit, dan berlanjut berbuka puasa bersama (bukber), Sabtu (18/5/2019).
Saat Pojoksatu.id mendatanginya pada siang hari, lokasi kolong jembatan ini sudah dipenuhi sejumlah anak-anak jalanan dan anak-anak punk tengah berkumpul dan bernyanyi.
Tampak semua yang berkumpul di kolong jembatan ini sejumlah perempuan memakai hijab dan tidak memakai hijab.
Para lelakinya berpenampilan khas anak-anak jalanan dan punk, dengan sejumlah tato, topi, dan perhiasan ala anak-anak jalanan.
Terlihat pula sejumlah anak-anak kecil ada di kolong jembatan, tengah berkumpul dan bermain.
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali diwakili Wakil Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji memberikan antusias meriah perihal kegiatan ini.
“Ini unik, ya, buka puasa bareng gak harus formal. Yang penting ada kebersamaan,” ungkapnya.
Presiden Komunitas Jurnalis Berhijab Nicmah sholihah mengatakan, pihaknya sengaja memilih tema buka puasa yang berbeda. Ia mengakui, pada tahun sebelumnya KJB mengadakan buka puasa bersama anak-anak yatim piatu di rumah salah satu anggota KJB.
“Biar beda, dong. Kan setiap tahun harus berbeda,” ujar perempuan cantik yang bekerja di salah satu media televisi ini kepada Pojoksatu.id, Sabtu (18/5/2019).
Founder Komunitas Tasawuf Underground Ustad Halim Ambiya menyebut, jumlah anggota komunitasnya saat ini sekitar 95 orang
“Kami juga punya fanpage di FB, sudah lebih dari 400K follower,” ungkapnya.
Halim pun menyebut kebahagiannya ada akses penghapusan tato gratis bagi anak-anak jalanan dan anak-anak punk bertato.
“Kami juga berdoa semoga dapat izin dibangunnya mushala di kolong jembatan. Uangnya gak harus dari pemerintah, yang penting dapat izin,” ujarnya.
Fauziyah, salah satu anggota Komunitas Tasawuf Underground mengaku sudah lama terbiasa berkumpul di Kolong Jembatan dekat Stasiun Tebet.
“Tinggal di Kalibata. Biasa ke kolong jembatan dekat Stasiun Tebet, sehari-hari duduk di sini, ngumpul,” katanya.
Ia mengaku, mengikuti pengajian setiap Jumat dari sehabis Ashar sampai waktu berbuka puasa. Kalau hari biasa selain Ramadan pukul 14.00 WIB-17.00 WIB.
“Pengajian ini hampir 1 tahun, bermula September 2018,” terangnya.
Menurut Iyah, panggilan akrabnya, mengaku sebelum ada kegiatan ini hanya sibuk nongkrong, ngamen.
“Kalau sekarang lebih utamain ngaji selain tetap ngamen juga. Kadang suka ada info pekerjaan dari ustad,” tandasnya.
(mar/pojoksatu)

Begini Tanggapan Wakil Walikota Jaksel Soal Ulah Geng Motor

POJOKSATU.id, JAKARTA-Wakil Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji angkat suara terkait maraknya kejadian geng motor berbuat kriminal pada momen bulan puasa ini.
“Saya harap kita semua bisa menjaga keberlangsungan kamtibmas di ibukota ini, khususnya di wilayah Jakarta Selatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, harapannya semua pihak, termasuk anak-anak punk, anak-anak jalanan, termasuk anak-anak Komunitas Tasawuf Punk ini bisa menjadi mata-mata bagi Pemkot terkait maraknya tindakan kriminalitas geng motor.
Ia pun mengaku, hingga saat ini pihak kepolisian masih menindaklanjuti ulah geng motor yang baru-baru ini terjadi.
“Kalau ada yang dibegal jangan diam saja,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Geng motor di Jakarta kembali berulah. Kali ini korbanya peserta sahur on the road bernama Danu (16). Peristiwa ini terjadi tepatnya di depan vihara, Jalan Dr Satrio, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5), pukul 01.05 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Tri Suryawan membenarkan kejadian tersebut. Kejadian tersebut berawa pada saat korban yang berboncengan dengan adiknya. Namun sang korban tertinggal rombongan SOTR.
“Tiba-tiba datang melintas rombongan sepeda motor (diduga geng motor) yang sebagian pengendaranya ada yang membawa bendera hitam,” ungkap Kompol Tri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5).
Selanjutnya sempat terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban. Namun karena pelaku sudah emosi korban pun diambil helmnya kemudian korbang langsung dibacok.
“Beberapa orang yang membawa senjata tajam. Korban langsung diseret kemudian ditusuk dengan alat benda tajam,” ungkapnya.
Korban sempat dibawa ke RS Jakarta menggunakan Taksi. Setelah dilakukan penanganan medis, ternyata korban telah meninggal dunia.
“Jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ,Jakarta Pusat untuk diautopsi,” ungkapnya.
(mar/pojoksatu)

Ternyata Perampok 70 Juta Uang SPBU, Pelakunya Sang Sopir Sendiri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polda Metro Jaya akhirnya menangkap pelaku perampokan bos SPBU berinisial S. Pelaku diamankan di kediamannya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Diketahui kejadian ini menimpa korban bernama Hartono Sugimin. Uang setoran penjualan dari SPBU Hang Lekir senilai Rp 70 juta raib digondol pelaku.
Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pelaku tak lain merupakan sopir korban. Dari keterangan pelaku ia melakukan aksi kejahatannya itu karena desakan ekonomi.
“Alasannya tersangka mempunyai hutang di bank dengan jumlah 25 juta. Kemudian dia juga ingin membayar biaya anaknya sekolah,” ungkap Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5).
Pelaku yang sudah bekerja selama 4 tahun itu tergiur dengan uang sang majikan karena setiap hari sang bos menerima setoran hampir 70 sampai 80 juta.
Atas hal itulah, niat jahat terbesit dalam hatinya untuk berbuat tindak kejahatan pada bosnya. Ditambah lagi pihak bank yang tiap hari menagih utang pelaku.
“Sekira pukul 21.00 WIB, pelaku sudah tau kebiasaan bosnya bahwa dijam itu dia tau bosnya sudah nerima uang hasil SPBU,” ungkapnya.
Kendati demikian, sang korban pun tidak mengetahui bahwa pencuri uangnya itu adalah anak buahnya sendiri.
“Kita menemukan bukti yang mengarah ke pelaku. Tapi dia mengaku merasa khilaf karena butuh uang. Jadi korban itu tau pencurinya setelah polisi menangkapnya atas laporan sang korban bahwa ada pencurian di rumahnya,” ungkap Ade.
Dari kejadian itu, polis menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai 84 juta, kunci pagar, dan satu yunit motor.
Pelaku dikenakan pasal 365 KUHP tentang dugaan tindak pidana pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
Sebelumnya, polisi menerima laporan dari warga yang tak lain adalah korban. Peristiwa itu terjadi pada Kamis 16 Mei 2019 pada ramadan malam hari. Di mana, kala itu pegawai SPBU bernama Dita Pratiwi Amalia hendak menyetor uang 70 juta ke rumah Hartono menggunakan sepeda motor.
Setelah mengantar uang tersebut, Dita kembali ke SPBU untuk melanjutkan pekerjaannya. Namun tidak berselang lama, Hartono menelepon dan mengatakan bahwa ia baru saja menjadi korban perampokan.
“Tiba di rumah Pak Hartono Sugimin sekira pukul 21.00 WIB. Setelah itu Dita langsung memberikan uang hasil setoran ke korban lewat pintu kecil gerbang rumah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5)
“Korban Hartono bercerita bahwa uang hasil setoran senilai kurang lebih Rp 70 juta telah dirampok,” ungkap sang korban.
(fir/pojoksatu)

Polisi Ringkus Pelaku Pencucian Uang Melalui Game Mobile Legends, Rugikan Bank 1,85 Milyar

POJOKSATU.id, JAKARTA- Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap tindak kejahatan pencucian uang melalui permainan game mobile legends. Dari tindak kejahatan ini, salah satu bank dirugikan mencapai 1,85 miliyar.
Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, palaku merupakan seorang gamer . Di mana pihak bank menemukan adanya beberapa  transaksi yang janggal.
“Jadi dari pihak bang yang selaku korban tersangka melakukan beberapa kali transksi pembayaran di e-commerce Unipin daei rekening bank lain dengan menggunakan virtual account BNI. Tapi pada saat pembayaran saldo uang korban di rekening tidak berkuran,” kata Ade di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5).
Tersangka berinisial YS merasa uang dalam rekening tidak berkurang. Akhir pelaku yang hanya lulusan SMA ini kembali membeli beberapa dijit fasilitas dalam mobile legends.
“Dia beli tidak mengurangi uangnya atau debetnya. Jadi dia mendapat tranferan sementara uangnya tidak berkurang,” ungkapnya.
Karena salah satu bank tersebut merasa dirugikan akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya.
“Jadi dengan sikap pelaku itu merugikan salah satu bank mencapai 1,85 miliyar dengan membayarnya ke pihak game,” tandasnya.
Kini pelaku telah dilakukan pemeriksaan secara intensif guna mengembangkan kasus tersebut.
Polisi amankan sejumlah barang bukti yaitu satu kartu ATM BCA, satu buah buku tabungan, dan satu Hp.
Pelaku dikenakan pasal 362 KUHP tentang transfer dana dan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman penjara 5 tahun.
(dhe/pojoksatu)

Pak Jenggot Sudah Siapkan 6 Bom Pipa dan Sebuah Bom Panci untuk 22 Mei

POJOKBOGOR.com – Bom yang dirakit Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot (51), untuk diledakkan dalam kerumunan massa pada 22 Mei 2019 di depan Kantor KPU RI.
Hal itu diungkapkan Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, bahwa dari lokasi penangkapan Endang di RT02/03, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, didapati enam buah bom pipa siap ledak dan sebuah bom panci yang masih dalam perakitan.
“Enam bom pipa siap ledak. Untuk 22 Mei dalam kerumunan massa. Satu lagi bom panci yang punya daya ledak paling tinggi masih disiapkan,” kata Dedi di lokasi penangkapan Endang, Sabtu (18/5).
Dedi menjelaskan, EG dan kelompoknya, JAD Abu Hamzah, memiliki dua sasaran dalam aksi terornya. Yakni, aparat kepolisian yang sedang bertugas dan jika terjadi kerumunan massa pada 22 Mei 2019.
“Sasarannya yang dianggap thaghut menyasar aparat kepolisian yang sedang bertugas dan kedua menyasar jika terjadi kerumunan massa pada 22 Mei 2019. Karena mereka mengikuti dinamika yang terjadi di masyarakat,” jelas Dedi.
Dengan rencana aksinya itu, kata Dedi, kelompok tersebut ingin memberi pesan tentang eksistensi mereka pada jaringan internasional. “Imbauan Mabes Polri, masyarakarakat tidak bergerak atau mengerahkan massa dalam jumlah besar di Kantor KPU pada 22 Mei,” tegasnya.
Dedi juga mematikan, pada hari pengumuman rekapitulasi suara di Kantor KPU, konsep pemgamanan Polri yakni tidak membekali anggota dengan senjata api dan berpeluru tajam. “Perintah pimpinan tidak membawa senjata api dan peluru tajam sudah dipastikan,” tegasnya.
(cek/pojokbogor)

Geng Motor di Jakarta Berulah, Satu Peserta Sahur On The Road Tewas Dibacok

POJOKSATU.id, JAKARTA- Geng motor di Jakarta kembali berulah. Kali ini korbanya peserta sahur on the road bernama Danu (16). Peristiwa ini terjadi tepatnya di depan vihara, Jalan Dr Satrio, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2019), pukul 01.05 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Tri Suryawan membenarkan kejadian tersebut. Kejadian tersebut berawa pada saat korban yang berboncengan dengan adiknya. Namun sang korban tertinggal rombongan SOTR.
“Tiba-tiba datang melintas rombongan sepeda motor (diduga geng motor) yang sebagian pengendaranya ada yang membawa bendera hitam,” ungkap Kompol Tri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5).
Selanjutnya sempat terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban. Namun karena pelaku sudah emosi korban pun diambil helmnya kemudian korbang langsung dibacok.
“Beberapa orang yang membawa senjata tajam. Korban langsung diseret kemudian ditusuk dengan alat benda tajam,” ungkapnya.
Korban sempat dibawa ke RS Jakarta menggunakan Taksi. Setelah dilakukan penanganan medis, ternyata korban telah meninggal dunia.
“Jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ,Jakarta Pusat untuk diautopsi,” ungkapnya.
(fir/pojoksatu)

Psikiater: Pelaku Mutilasi Wanita di Pasar Besar Malang, Agresif dan Neurotik

POJOKSATU.id, MALANG- Pemeriksaan terduga pelaku mutilasi mayat wanita, Sugeng (49) oleh psikiater masih terus diupayakan. Dari hasil awal psikiater, Sugeng memutilasi korban dalam keadaan sadar. Diduga pria berambut gondrong ini juga memiliki sifat agresif, neurotik, inklusif, dan memiliki emosi yang tidak stabil.
“Tidak ada gangguan jiwa, tapi ada gangguan perilaku saat memutilasi. Maka dari itu nanti akan dilakukan pendalaman pemeriksaan terus di RSJ. Intinya dari psikiater menyimpulkan bahwa terduga pelaku adalah orang yang agresif, Neurotik, inklusif, dan emosi tidak stabil,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri saat radarmalang.id wawancarai di kantornya, Sabtu (18/5).
Neurotik sendiri merupkan jenis pribadi yang cenderung merespons sesuatu dengan emosi negatif seperti rasa cemas bahkan sampai frustasi.
Lebih lanjut jika terbukti melakukan perilaku dalam keadaan sadar maka Sugeng akan dituntut menggunakan KUHP pasal 181. Sedangkan jika terbukti gila maka sesuai KUHP pasal 44 kasusnya akan gugur.
Untuk selanjutnya jika dinyatakan gangguan jiwa maka akan dilakukan perawatan intensif di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang. “Untuk biaya kita masih dalami apakah itu nanti tanggungjawab pemerintah atau keluarganya,” tegas dia.
Sampai saat ini Sugeng belum ditetapkan sebagai tersangka karena Polres Malang Kota masih menunggu hasil otopsi dan Labfor. Untuk jasad korban sendiri, hingga kini masih nihil
(dhe/pojoksatu/jpr)

Jelang Mudik, Pertamina – BNI Maksimalkan Program Cashless di SPBU

POJOKSATU.id, Jakarta – Pertamina Marketing Operation Region III bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI  memberikan kemudahan transaksi pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina melalui Kartu Kredit BNI dan Kartu Debit BNI.
Dengan menggunakan kartu kredit dan kartu debit BNI dalam transaksi di SPBU, juga diberikan program cashback sampai dengan Rp 100 ribu untuk transaksi di seluruh SPBU Pertamina wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Program cashback ini akan berlaku hingga 30 Juni 2019
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Program Promo antara GM Pertamina MOR III Tengku Fernanda dengan Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Okki Rushartomo  di Jakarta, Jumat 17/5.
GM MOR III Tengku Fernanda menyatakan kerjasama ini sebagai bentuk dukungan kedua pihak terhadap anjuran Bank Indonesia untuk melaksanakan gerakan nasional non tunai (GNTT) dengan meningkatkan akses transaksi keuangan berbasis cashless society
“Transaksi non tunai ini selain praktis sekaligus mengurani risiko dibandingkan transaksi tunai, dan diharapkan dapat meningkatkan minat konsumen SPBU Pertamina.  Apalagi pada masa mudik balik Ramadhan Idul Fitri 2019, program kerja sama ini nantinya dilengkapi dengan promo menarik bagi para pemudik,” jelas Fernanda.
Sementara itu, Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Okki Rushartomo menuturkan, peluncuran ini sebagai tindak lanjut atas komitmen kerjasama dan sinergi BUMN antara BNI dan Pertamina dengan memberikan program promo menarik untuk para loyal customer Pertamina yang bertransaksi menggunakan Kartu BNI.
Mulai hari ini, Kartu Kredit  dan Kartu Debit BNI termasuk yang berlogo GPN sudah bisa digunakan untuk mendapatkan program promo cashback sampai dengan Rp 100 Ribu.
“Selain program promo tersebut, khusus untuk Pemegang Kartu Kredit BNI-Pertamina akan merasakan manfaat dari kartu tersebut dengan fitur menarik yaitu cashback hingga 3% untuk setiap transaksi belanja yang dilakukan di SPBU Pertamina. Cashback tersebut berlaku untuk transaksi pembelian BBM dari di SPBU Pertamina dengan minimum pembelian 200.000 rupiah,” ujar Okki.
(adv/dia/pojoksatu)

Mayat Korban Pembunuhan Ditemukan di Hutan Jati

POJOKSATU.id, JATENG- Sesosok mayat ditemukan tewas tergeletak di hutan jati turut desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Blora, Jumat (17/5). Korban diketahui berjenis kelamin pria.
Kapolsek Randublatung, AKP Supriyo membenarkan adanya peristiwa itu. Menurut Kapolsek, korban bernama Tamjis (70) warga Desa Ngliron.
“Korban ditemukan pertama kali oleh menantunya sendiri. Ditemukan di hutan turut desa Ngliron,” kata Kapolsek melalui sambungan telepon.
Kapolsek menjelaskan, hingga dinihari tadi mayat korban masih menjalani pemeriksaan di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetijono Blora. Dugaan awal mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.
“Ada indikasi kekerasan. Ada luka di bagian kepala. Sementara itu dulu, ini masih dalam pemeriksaan tim dokter rumah sakit Blora,” pungkas Kapolsek.
Saat ini kasus temuan mayat ini dalam penanganan Satreskrim Polres Blora bersama Polsek Randublatung.
(dhe/pojoksatu/rmol)

Polisi Tes Kejiwaan Majikan Seksi yang Siram Pembantunya Air Panas

POJOKSATU.id, DENPASAR – Polisi berencana memeriksa kejiwaan Desak Wiratningsih (37), majikan seksi yang menyiksa dua pembantunya, pasangan kakak adik, Eka Febriyanti (21) dan Santi Yuni Astuti.
Selain berulangkali menyiksa keduanya, ada indikasi masalah kejiwaan diidap pelaku. Karena itu, polisi bakal mengecek kejiwaan kedua pelaku, Desak Made Wiratningsih dan Kadek Erik Diantara, pekan depan.
“Kami akan tes kejiwaan Desak dan Erik pekan depan,” tutur Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan.
Yang jelas, penyidik menjerat kedua pelaku melanggar pasal 44 UU No 23 Tahun 2004 tentang Tindak Pidana Kekerasan Fisik Dalam Rumah Tangga.
Dalam penyidikan juga terungkap bagaimana tersangka berkenalan dengan korban. Menurut Kombes Andi, kedua korban berkenalan dengan tersangka Desak lewat facebook (FB) sejak tahun lalu.
Beberapa kali komunikasi via FB, janda anak dua dan bertato ini mengajak Santi untuk bekerja dengannya.
Santi disuruh kerja sebagai penjual baju di toko lantaran dirinya tidak memiliki karyawan. Desak sendiri berjualan baju online dan di pasar.
Santi dijanjikan gaji per bulan Rp 1.000.000. Semakin lama, gaji akan dinaikkan. Santi pun berangkat ke Gianyar.
Sampainya di Tuban, Kuta, Badung, Santi dijemput Kadek Erik Diantara, 21, yang bekerja sebagai satpam di rumah tersangka Desak di Jalan Bypass Darma Giri Perumahan Udayana, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatu, Gianyar.
Setelah tiba di rumah tersangka, justru Santi dijadikan pembantu rumah tangga. Pekerjaannya adalah membersihkan rumah, menjaga anak, dan lain sebagainya.
Tak hanya itu korban juga sering diperlakukan kasar tak wajar oleh Desak dan Erik jika ia melakukan kesalahan.
Tiga bulan bekerja Desak membujuknya agar mendatangkan kakak tiri Santi bernama Eka Febriyanti, 21, untuk ikut bekerja.
Eka pun berangkat. Nasib serupa juga dialami oleh Eka. “Ya ternyata keduanya kerap dipukul, disiram air panas, dan dibakar. Sayang sekali. Sampai saat ini gaji keduanya belum dikasih sama sekali tersangka Desak,” paparnya.
(jpg/pojoksatu)